SwyoB3gOrS3jN40l0bzNAi6WurWsCFy1dg9FF8yK

Rahasia Gadis Kaya Tanpa Bekerja

Emi adalah gadis dari keluarga miskin. Setelah dia lulus Sekolah Menengah Atas dia menjadi pengangguran. Meski sudah menyerahkan surat lamaran kerja di mana-mana, dia tetap tidak mendapatkan pekerjaan.

Sedangkan teman sekolahnya sudah bekerja semua. Di tempat mereka bekerja sudah ada keluarga mereka yang bekerja. Sehingga dapat diterima kerja dengan mudah.

Satu tahun lamanya, Emi diajak temannya yang sudah kerja untuk reunian di sebuah restoran mewah. Temannya kaget karena penampilan Emi lebih bagus dengan pakaian menarik dan tas mahal. Saat ditanya temannya, "Kamu sudah bekerja?"
Emi hanya menjawab, "Belum. Apa kalian punya pekerjaan untukku? Aku iri dengan kalian yang bekerja dijam kerja dan punya kantor."
Dan ketika rata-rata temannya bilang, "Di kantorku sudah penuh. Nanti aku kabarin bila ada." Mia tampak kesal.
Dan benar saja, hingga satu bulan lamanya, temannya tidak mengabari apa-apa. Di sisi lain malah temannya yang penasaran dengan kehidupan Emi jauh lebih baik dari mereka. Sering santai dan punya banyak waktu luang. Tapi tetap terlihat selalu ada uang. Lalu mereka mengikuti Emi.

Terlihat Emi pergi pagi-pagi dari rumahnya. Dia menghampiri rumah mewah. Seorang pemuda menyambutnya dan membawanya ke dalam rumah. Kemudian Emi keluar dari rumah itu dan pulang.

Saat siang hari Emi keluar rumah lagi. Dia duduk di taman. Kemudian datang seorang pemuda yang mengajaknya pergi dan masuk ke dalam hotel. Kemudian Emi keluar dari hotel itu dan langsung pulang.

Saat senja, Emi keluar rumah lagi. Dia menunggu di pinggir jalan. Mobil mewah datang. Dia masuk. Kemudian keluar mobil lalu pulang.

Berhari-hari Emi diikuti temannya. Aktifitasnya hampir sama. Temannya pun menghampiri Emi saat senja, ketika Emi berjalan keluar rumah , "Kamu jadi gadis nakal ya? Jadi bisa lebih kaya dari kami."

Tiba-tiba datang seorang pemuda dari belakang, "Itu bekal makanan yang aku beli?" Ucap pemuda itu sambil menunjuk tas hitam yang dibawa Emi.
Emi cuma mengangguk.
Pemuda itu membalas, "Aku sudah lapar. Daripada menunggumu menghampiriku ke dalam mobil mending aku jemput langsung."
Teman-teman Emi tercengang.
Pemuda itu melihat ke arah teman-temannya Emi, "Kalian pelanggannya Emi?”
Dan mereka menjawab sambil terbatah-batah,”Bu bu bukan…”
Kemudian Pemuda itu bicara lagi, “Ini dari pengalamanku memakai jasa dia, di manapun aku berada, Emi selalu bisa mengantarkanku makanan, di rumah saat pagi, di taman dan hotel yang dekat tempatku bekerja ketika siang, bahkan di mobil ketika pulang kerja saat senja. Pelayanannya sangat memuaskan. Jadi kalian tidak rugi membayarnya mahal, seperti aku."
Teman-teman Emi tambah terperangah.

(Selesai)
Related Posts

Related Posts

Post a Comment