SwyoB3gOrS3jN40l0bzNAi6WurWsCFy1dg9FF8yK

Percakapan Yang Menyejukan Hati (Part 4)



Linia membawaku ke restoran sepi di tengah hutan lalu bilang, "kamu bisa bantu aku potong tali penyangga dadaKu..."

Mendengarnya tentu membuatku tercengang, aku tidak bisa bayangkan bisa melihat dadanya langsung. Saatku terdiam, dia berucap lagi, "Tidak perlu khawatir punyaku terbuka, aku punya dua tali, satu untuk di dalam, satunya untuk di luar, yang di dalam mengganggu, jadi ingin ku lepas."

Kali ini pikiran negatifku hilang lagi. Aku lakukan dan kemudian pikiran negatifku muncul kembali saat melihat bagian dadanya terbentuk di bajunya itu. Aku memilih untuk segera pergi dari sana.

Saatku pergi, dia berkata, "Maaf, kamu pasti kecewa, aku mengajakmu makan di restoran ini. Tidak seperti janjiku pertama akan membuatkanmu makan. Aku takut makananku tidak enak. Karena aku tidak bisa masak."

Sebenarnya bukan itu alasannya tapi aku biarkan dia berpikir seperti itu, dan aku membalasnya, "Apapun yang kamu masak, aku akan memakannya. Jadi hilangkanlah ketidak percayaan dirimu itu."

Aku berjalan dan kemudian berhenti saat melihat pantulan wajahnya yang tersenyum di kaca di depanku. Dan dia lalu bertanya, "Ada yang ingin kamu sampaikan lagi padaku... Aku akan menjadi pendengar yang baik untukmu."
Aku tidak mungkin bilang, aku terdiam karena terpesona olehnya. Aku berusaha cari topik pembicaraan lain, "Ku rasa, kamu gadis yang baik, memanggilku untuk menawarkan bantuan, seperti makanan tadi. Bukan seperti gadis di sekolahku dulu, manggil aku buat ngambil surat undangan pernikahan. Selain merepotkan, itu juga membuatku kesal. Seharusnya mereka tanya dulu aku punya pasangan atau belum."
Dia kemudian menjawabnya, "Jika kamu merasa tidak nyaman, lebih baik abaikan saja."
Aku berbalik hanya untuk tersenyum untuk meresponnya. Kemudian aku pergi.

(Bersambung)
Related Posts

Related Posts

Post a Comment