SwyoB3gOrS3jN40l0bzNAi6WurWsCFy1dg9FF8yK

Cerita Horor KKN Terjebak Bersama Pembantu Cantik

"Silahkan masuk bang, saya siap melayani kalian semua." Ucap gadis cantik saat kami tiba di depan rumah tua. Inilah cerita pengabdian masyarakat yang kami lakukan untuk tugas kuliah. Kami pergi ke rumah tua milik keluarga salah satu anggota kelompok kami. Sesampai di sana kami dikejutkan oleh sambutan gadis yang sangat cantik dan bertubuh indah.


Pemilik rumah tua itu bernama Dio, dia juga sempat takjub. Hingga aku mendorong pundaknya biar dia cepat merespon. Karena gadis itu terlihat diam di depan pintu menunggu tanggapan kami. Dio yang sadar langsung berucap, "Kemana ayahmu, Pak Jaja yang ditugaskan keluarga saya untuk nungguin rumah peninggalan nenek moyang saya..."
Dan gadis itu memperkenalkan diri sekaligus menjawab, "Saya kenalkan diri dulu sama teman-teman tuan. Saya, Anin anak penjaga rumah ini..."
Dan teman-teman Dio termasuk aku kompak menjawab, "Hai Aninnn"
Sempat tersenyum membuat kami juga ikutan tersenyum, Anin lalu melanjutkan bicara, "Ayah saya sudah meninggal. Rumah saya digusur. Terus saya sekarang hidup sebatang kara. Jadi saya menggantikan pekerjaan ayah saya sekaligus numpang tinggal di rumah ini."
Dia terlihat kaget, "Apa kamu bilang, kamu gak lihat. Aku sama teman-teman aku, laki-laki semua. Terus kamu mau tinggal bersama kami di sini?"
Anin terlihat sedih, "Maaf tuan... Aku mungkin bisa tidur di luar setelah bersih-bersih, siapin makanan, dan cuci pakaian kalian."
Kaget semua. Aku berbisik ke Dio, "Kalau dia tidur di luar semakin bahaya."
Terus teman kami bernama Jaha juga ikut bicara, "Kita dapat bonus, masa dinikmati orang lain. Rugi kita."
Tentu Dio marah, "Kamu ngomong apa..."
Buk... Pukul Dio ke Jaha. Si Jaha cuma ngelus-ngelus kepala.

Kami akhirnya masuk dan biarkan Anis juga ada di dalam rumah bersama kami.

Anis lalu berucap, "Silahkan abang-abang duduk di meja makan. Saya siapkan makanan sebentar." Si Anis lalu pergi ke dapur.

Kami semua terlihat gembira. Aku bahkan berucap, "Gak sia-sia kita jauh-jauh buat KKN ke sini. Sampai di sini mendapatkan pemandangan bagus."
Dio yang kami kira suci ternyata gak juga, dia juga berucap, "Kita bakalan betah setiap harinya di sini."
Apalagi Jaha, "Jantungku gak berhenti berdebar-debar."
Dan teman kami terakhir yang super pendiam bernama Didit sekalipun ikutan bicara, "KKN kali ini mantap."
Aku, Dio dan Jaha kompak melihat ke arah Didit. Dengan wajah heran campur takjub.
Dio langsung menepuk bahu Didit, "Berkat si Anis, Didit jadi bisa bicara. Kita haris ngadain perayaan di sini."

Kemudian ada suara ketukan pintu. Ternyata pak RT. Kami lalu ngajak beliau ke meja untuk makan bersama.
Si pak RT bilang, "Aduh, jadi repotin. Sebenarnya bapak cuma mau bilang..."
Si Dio langsung memotong pembicaraan, "Wajib lapor kan pak. Sebenarnya kami mau ke tempat Bapak setelah makan-makan dulu."
Si pak RT Jawab, "Sebanarnya itu gak masalah, karena kalian juga baru tibakan, belum 24 jam."
Tentu aku penasaran, "Terus bapak mau bilang apa?"
Dan pak RT bilang, "Cuma kasih tahu, rumah ini sudah kosong sejak lama. Semenjak penunggu rumah ini Pak Ijo tewas saat ngejar layangan dan masuk sumur. Dan anaknya tewas di rumah ini, terpeleset ketika latihan menari."
Kami semua terdiam. Gemetar. Dan pucat seketika.
Tapi pak RT malah terlihat senang, "Lega udah ngucapin. Kebetulan di rumah selalu makan yang gak enak. Eh di sini malah ditawarin makan. Gak sabar lagi buat makan."
Kami cuma bisa menangis, kaki tak bisa bergerak. Ini benar-benar KKN terhoror yang kami alami. Sudah lama kami menunggu, dan si Anis gak muncul-muncul membuat kami semakin yakin. Dia hantu. Aaaa....

(Selesai)
Related Posts

Related Posts

Post a Comment