SwyoB3gOrS3jN40l0bzNAi6WurWsCFy1dg9FF8yK

Tidak Perlu Sedih Memiliki Penyakit

Om itu mendorong seorang gadis hingga terjatuh di sofa dan berucap, "Kamu tahukan harus apa?"
Lalu gadis dengan paha mulus itu menjawab, "Iya om, jangan melawan dan biarkan om lakukan apapun ke saya, tapi jangan kasar ya om!"
Dibalas dengan bentakan, "Kalau kamu mau tahu tentang penyakit yang diinginkan orang-orang sebaiknya turuti om!"
Tiba-tiba seorang pemuda masuk dan langsung bicara, "Kamu, gadis yang polos, akan memiliki cerita sedih yang tak terlupakan. Sebaiknya jangan kamu turuti om itu."
Gadis itu melihat ke asal suara dan benar itu pemuda yang memiliki penyakit dan terlihat tidak sedih justru senang.

cerita sedih dan senang gadis polos

Om itu bicara ke si pemuda, "Jangan rusak kesenangan om, wahai anak muda."
Pemuda itu menjawab, "Anda tidak bisa memanfaatkan kekurangan saya untuk mendapatkan keinginan om dan merugikan orang lain. Saya akan melaporkannya ke kepolisian!"
Kemudian si om itu mengancam si pemuda, "Jika kamu melakukan itu maka om akan menghabisimu!"
Si pemuda dengan santainya mengeluarkan air minum teh hangatnya kemudian duduk di meja lalu berucap, "Saat masuk, wajah om sudah saya rekam dan rekaman itu sudah saya kirimkan ke teman saya. Jika saya ditemukan tewas maka teman saya akan laporkan om. Lalu polisi akan mencari om di manapun berada dan menghukum mati om."

Om itu terlihat takut lalu mulai memujuk si pemuda, "Lihat gadis ini, dia cantik. Kita bisa menikmatinya bersama."
Si pemuda itu lalu mengancam balik si om, "Sebaiknya anda pergi, sebelum saya perintahkan teman saya mengirim video om!"
Dengan kesal si om itu pergi sambil berucap, "Dasar anak muda, ingin menang sendiri dan bermaksud menikmati gadis itu sendirian saja."

Pemuda itu mengeluarkan dua gelas. Satu di isi penuh dan satunya dibiarkan kosong. Si gadis yang penasaran lalu beranjak dari sofa dan mendekati si pemuda lalu duduk di kursi kosong berhadapan ke meja yang sama dengan si pemuda.

Gadis bicara, "Kamu menularkan penyakitmu padaku? Aku akan lakukan apapun maumu."
Si pemuda itu menjawab, "Cukup menggoda. Sayangnya penyakit kanker usia ini tidak bisa ditularkan."
Si gadis itu bicara memohon, "Aku menginginkan penyakitmu yang membuat tubuh dan penampilanmu terlihat terus seperti diusia 25 tahun padahal kamu sudah berumur 50 tahun."
Dan si pemuda tersenyum, "Aku mengidap penyakit ini saat berusia 25 tahun. Hingga sekarang tidak ada yang memiliki penyakit sepertiku. Aku satu-satunya."

Si gadis terdiam, dia terlihat kesal dan ketika ingin meminum gelas terisi air teh hangat yang penuh, si pemuda merebutnya. Lalu menuangkan setengah isinya ke gelas yang kosong. Kemudian meletakan kembali gelas tadi di depan si gadis sambil berucap, "Jangan mau menerima minuman dari orang asing. Pastikan dulu itu aman."
Si gadis terlihat kagum ketika si pemuda meminum duluan air teh yang sama itu di gelas yang dituangkannya. Hingga tersisa sedikit.
Si gadis lalu berucap, "Aku tahu kenapa kamu dikutuk jadi awet muda selalu. Itu karena kamu selalu menghormati perempuan."
Kali ini si pemuda yang terdiam dan si gadis mulai meminum air teh hangat yang di depannya.

Si gadia lalu berucap, "Air teh ini menenangkanku dari kesedihanku saat mengetahui penyakit kamu tidak bisa ditularkan. Tapi aku tetap mengagumimu. Karena tidak mau memanfaafkan kesempatan untuk menikmatiku dan kamu juga memastikan minuman yang kamu berikan bukanlah obat tidur."
Kali ini si pemuda tersenyum. Dan senyuman si pemuda tiba-tiba menghilang ketika si gadis berucap, "Jadi, aku ingin selalu ada di dekatmu. Mungkin itu akan menularkan penyakitmu ke aku. Karena selama ini kamu selalu sendiri."
Si pemuda beranjak dari tempat duduknya dan segera ingin pergi. Si gadis dengan cepat berteriak, "Aku ingin menemanimu agar kamu tidak lagi kesepian..."
Si pemuda terdiam saat berada di muka pintu, dia lalu berucap, "Kita baru bertemu, dan kamu cuma tahu aku dari kata orang. Aku juga tahu tentang kamu di sini dari kata orang. Sebaiknya jangan kamu biarkan orang asing memasuki rumahmu. Karena kamu cuma tinggal sendiri di sini."
Denhan cepat si gadis berucap, "Oleh karena itu, aku ingin berteman denganmu. Karena aku juga kesepian sama sepertimu dan kita bisa saling mengenal langsung."
Si pemuda tanpa ekspresi menjawab sambil pergi, "Lakukan saja yang kamu mau."
Si gadis tersenyum lalu berlari mendekati si pemuda dan mereka berjalan bersama.

Semenjak itu si gadis menjadi sahabat setia si pemuda itu.

(Selesai)
Related Posts

Related Posts

Post a Comment