SwyoB3gOrS3jN40l0bzNAi6WurWsCFy1dg9FF8yK

Cerita Cinta Romantis Sedih Di Sana Menanti Di Sini Menunggu

Cerita Cinta Romantis Sedih

Di sana yang menantiku adalah teman lamaku yang aku kenal di kampung halamanku. Aku pergi merantau untuk kerja di Kota. Saat di Kota aku malah menjadi pengganguran karena tidak dapat pekerjaan dan tidak diterima kerja. Wanita di kampungmu sana satu-satunya yang menanyakan kabarku melalui surat yang dia kirim. Aku balas suratnya, ceritakan masalahku dan dia beri saran agar aku menggunakan keahlianku untuk mendapatkan uang.  Aku menggunakan kemampuanku melacak penipu. Aku dulu suka buat cerita detektif. Itu membuatku mudah mengungkap kasus penipuan dan membantu banyak orang. Banyak kasus dan cerita dari korban yang saya bantu diantaranya cerita romantis tapi sedih ketika di sana menanti dan di sini menunggu orang yang dicari ditemukan oleh ku.

Cerita Cinta Yang Sedih

Kini sekarang aku sukses. Memiliki Perusahaan swasta yang menawarkan jasa untuk melacak penipu. Hingga kemudian hadir seorang wanita, yang menyukai pekerjaanku kemudian kami mulai akrab. Aku teringat wajahnya sama cantiknya dengan wanita teman lamaku. Dan sama-sama menyukai hobiku, ciri wanita yang ku cari untuk mendampingi hidupku. Serta sama-sama tidak menggunakan make up sehingga wajah ayunya terlihat asli.

Seumur hidup aku ini yang pertama.
Pintu hatiku diketuk oleh dua wanita.
Punyai ciri selama ini kucari.
Berbeda wajah ayunya tetap asli.

Aku ingin memilih wanita di sini karena dia selalu perhatian denganku. Tapi aku juga teringat dengan wanita di sana yang memberikan perhatiannya juga padaku. Apalagi, berkat dirinyalah aku bisa sukses dengan caraku bukan bekerja dengan orang. Jadi aku takut membuatnya terluka.

Muncul keinginaku untuk memilih keduanya sebagai istriku. Dan aku yakin bisa membagi kasih sayangku seadil-adiknya kepada mereka.

Kalau kupilih di sini apa kata di sana.
Kalau kupilih di sana di sini akan terluka.
Perlukah aku pilih keduanya.
Bagi kasih seadil adilnya.

Tapi aku juga merasa resah. Karena keinginanku menikahi mereka belum tentu bisa diterima oleh mereka. Meskipun kecantikan dan tubuh mereka saya nilai sama-sama indah.

Kemudian aku mulai mengubah keinginanku untuk menikahi mereka berdua setelah mengingat kata pepatah yang berbunyi, "di sana hanyalah menanti, sampai kapanpun tidak akan pasti." Jadi aku mulai ingin menikahi salah satunya saja. Yaitu yang ada di sini.

Sungguh ku merasa resah.
Untuk menilai sesuatu yang indah.
Namun ku ada pepatah.
Yang aku ubah.
Di sana hanyalah menanti.
Sampai bila pun ku tak pasti.

Aku punya pertimbangan untuk memilih yang di sini daripada yang di sana. Selama aku merantau dan tinggal di sini, aku hanya berkomunikasi lewat surat saja dengan dia yang di sana. Aku sangat jarang bertemu dengannya. Terakhirku bertemu ketika saat merantau dan kelaparan karena pengangguran sehingga aku jatuh sakit. Dia datang jauh-jauh untuk merawatku sampai sembuh. Membantuku mendapatkan uang dengan menawarkan jasaku ke orang-orang. Setelah aku mendapatkan pelanggan dan mulai punya uang. Kemudian dia pergi pulang ke kampungnya. Dengan berkata, "Temui aku nanti bila kamu siap menikahiku di Kampung. Apapun keadaanmu, sukses ataupun tidak. Aku akan menerimamu apa adanya."
Ucapannya itu membuatku tahu dia setia.

Bertanya kabar melalui tinta.
Jarang sekali bertemu muka.
Namun kutahu dia setia.



Cerita Cinta Romantis Tapi Juga Sekaligus Sedih

Jadi aku berterus terang kepada wanita yang di sini walaupun takut akan membuat dia sedih. Bahwa aku punya calon istri di sana. Aku bahkan tidak ingat wajahnya lagi karena tidak pernah pulang kampung semenjak sibuk di sini sejak 2 tahun lamanya meski kami selalu berkirim surat. Dan wanita di sini bilang, "Aku mengerti kamu. Mungkin kamu perlu memutuskan, pilih dia atau aku. Selama kamu belum menjawab, aku akan tetap menunggumu keputusanmu." Ucapnya dengan wajah yang cantik. Ucapannya itu membuatku semakin tertarik padanya. Apalagi, dia nyata dihadapanku dan tidak kecewa saat tahu aku sudah punya kekasih. Sifat dia yang tabah membuatku semakin yakin, dialah pilihanku.

Dan di sini tetap menunggu.
Berada jelas di mataku.
Kasih tak luluh terhadap aku.
Sanggup menunggu kata putusku.
Sayang ketabahanmu menawanku.



Tag: Cerita Cinta Romantis

Kemudian aku mulai memutuskan memilih wanita yang ada di sini. Aku katakan padanya yang di sini saat berada di kolam renang bahwa aku memilih dia sebagai istriku. Dia membalasnya dengan sesenyuman.

Sedih Romantis

Aku lalu pergi ke rumah dan menuliskan surat ke dia yang ada di sana meski tahu dia akan sedih bahwa aku di sini sudah punya calon istri. Tiba-tiba tukang pos datang dan memberikanku surat baru. Padahal aku belum mengirimkan surat ini yang sedang aku tulis. Tapi dia sudah mengirimkan surat lagi. Saat aku membacanya, aku sangat senang karena dia yang di sana mengirimkan surat singkat berisikan bahwa dia memutuskan untuk berhenti mengharap dariku untuk menikahinya. Dan memilih mundur dan berkata juga telah memaafkanku. Diakhir kalimat, dia bilang anggap kenangan kita selama ini hanyalah mimpi untuk menguji kesetianmu.

Kuterima satu nota ringkas tulisannya.
Dia sedia undur diri dan memaafkanku.
Katanya anggap ini satu mimpi.
Yang datang sekadar untuk menguji.

Dengan senang gembira, aku membawa surat dari wanita di sana untuk menunjukan ke wanita yang di sini, "Lihat, wanita teman lamaku di sana mengirimkan surat bahwa dia tidak ingin menungguku lagi untuk menikahinya. Jadi kita bisa menikah secepatnya."

Dan wanita yang di sini berkata, "Ini jadi cerita cinta kita yang sedih. Karena kamu benar-benar lupa dengan wajah teman lamamu di kampung. Akulah wanita yang di sana menanti dan di sini menunggu apakah kamu setia padaku yang lama merupakan diriku sesungguhnya atau aku dengan penampilan yang baru merupakan karakter kebalikan diriku yang aku buatan untuk menguji kesetianmu."
Seketika itu membuatku kaget.
Related Posts

Related Posts

Post a Comment