SwyoB3gOrS3jN40l0bzNAi6WurWsCFy1dg9FF8yK

Goncangan Badai Tetangga (Eps 4)

Merid menoleh ke belakang tampak Dewod berdiri dengan keadaan basah kuyub, Merid menghampiri dan melepaskan bajunya lalu menggunakan untuk ngelap wajah Dewod yang berkeringat sambil berucap, "Kamu sudah bekerja cukup keras, sebaiknya istirahat dulu."
Dewod terperangah dan hanya bisa mengangguk.

Beberapa hari kemudian Merid bertekad untuk bisa memasak terutama yang bergizi untuk suaminya, Dewod. Dia lalu membeli sayur-sayuran di dekat rumah, di sana juga ada sekumpulan ibu-ibu.
Saat memilih sayur, Merid bisa dengar ucapan ibu-ibu itu yang sedang berbincang, "Lihat itu, pengantin baru. Suaminya jarang keluar rumah, pasti pengangguran, tapi kok istrinya bisa belanja..."
Ibu satunya bicara menyahut, "Benar tuh, aneh sekali. Tapi laki-laki tampan sering menghampiri rumahnya. Pasti istrinya dijual ke laki-laki itu..."
Dengan cepat Merid menyelesaikan belanjanya terus menghampiri ibu-ibu itu, "Maaf bu, saya tetangga baru kalian. Nama saya Odemerid, bisa dipanggil Meris dan suami saya Dewod, kami keluarga Dewod Odemerid. Kalau mau berkunjung ke rumah silahkan."
Ibu-ibu itu kompak menjawab, "Tidak, terima kasih." Di dalam benak mereka berucap, rumahnya serem.

Dengan kesal Merid pergi, "Gimana mau nunjukin pekerjaan suami aku kalau mereka gak mau datang ke rumah. Kalau bilang saja, pasti gak percaya."

Di rumah Merid langsung menghampiri suaminya, "Sayang, tetangga kita tuh bikin gosip gak jelas. Kamu kerjanya di luar saja. Biar mereka gak pikir yang enggak-enggak. Terus pelanggan kita suruh datangi kamu ke luar jangan ke rumah ini lagi."
Dewod menghampiri istrinya mau bilang gak setuju. Tapi tiba-tiba Merid menangis sambil duduk dengan lesu dan menutup wajahnya dengan tangan, dia berucap, "Aku gak suka dia bilang kamu pengangguran, dan aku dibilang cewek gak bener."
Seketika itu membuat Dewod emosi, "Aku akan buka kantor di luar. Kamu tidak perlu khawatir lagi."

Setelah itu, Dewod menyewa tempat diluar untuk melanjutkan produksi listriknya. Semenjak itu Merid jadi sendirian di rumah ketika siang hari. Itu membuat suasana dalam rumah tambah seram.
Saat Merid melangkah di dalam rumah, dia merasa ada yang mengikuti, "Siapa itu?"
Ketika menoleh ke belakang, tidak ada siapapun.
Tapi kemudian di bawahnya, tampak ada yang sedang mengintip.

(Bersambung)
Related Posts

Related Posts

Post a Comment