SwyoB3gOrS3jN40l0bzNAi6WurWsCFy1dg9FF8yK

Hasil Keringat Kebahagiaan (Eps 3)

Merid melihat ke arah jendela, "Oh cuma mendung, makanya jadi gelap. Nyalain lampunya sayang."
Dan Dewod tersenyum, "Gak ada listriknya."
Bikin Merid kaget, "Jangan bilang, rumah baru ini belum tersambung ke listrik tapi sudah kita tempati."
Masih dengan senyuman Dewod menjawab, "Belum sampai sehari kamu jadi istriku tapi tahu betul yang dipikirkan suamimu."
Sontak itu bikin Merid emosi, tapi dia rendam dengan alasan manja, "Aku takut gelap sayang." Karena dia baru kenal suaminya, dia berusaha sebisa mungkin bersikap baik.
Dewod kemudian berdiri, "Tenang, rumah ini masih tetap bisa terang tanpa perlu PLN." Lalu dia pergi ke ruang belakang rumah dan Merid mengikuti dari belakangnya.

Di ruang belakang, tampak sebuah sepeda. Dewod menaikinya dan mengayuh sepeda dengan semangat. Sepeda itu tanpa ban, jadi tetap diam di tempat.
Semakin bikin Merid emosi, "Kamu olahraga?"
Dan Dewod jawab, "Kayaknya iya."
Masih menahan emosi, "Terus mana yang kamu bilang rumah ini bisa terang tanpa PLN." Ucapnya sambil menggengam tangannya.
Dewod lalu menunjuk sebuah kotak besi besar, "Itu generator yang mengubah energi gerak jadi listrik."
Kemudian Dewod menujuk kotak besi kecil yang tersambung kabel ke kotak besi besar, "Yang kecil itu baterai untuk menyimpan listrik."
Membuat Merid terdiam dan emosinya mulai memudar. Lalu Dewod memberikan perintah, "Kamu lepas kabel di kotak besar terus tancapkan ke lubang dinding rumah."
Merid melakukannya dan seketika rumah langsung terang. Membuat Merid langsung kagum.

Dewod menghampiri Merid, sambil mengelap keringatnya dengan tangan sendiri, dia berucap, "Sebelum kamu mau menikahiku, aku belum sempat bilang aku bekerja apa, untuk bisa nafkahi kamu."
Merid melihat ke arah Dewod, lalu berucap, "Aku tahu sekarang, kamu jual baterai yang ada listiknya kan!"
Dewod mengangguk.

Beberapa saat kemudian, ada yang mengetuk pintu. Merid segera membukakan pintunya, tampak laki-laki tampan berdiri, dan berucap, "Ku pikir Dewod itu laki-laki, ternyata perempuan yang cantik sekali!"
Sekilas Merid kagum dengan ketampanan laki-laki itu, tapi seketika hilang saat dia digombali, dalam benaknya berucap, dasar buaya, pasti ceweknya banyak. Terus Merid berucap, "Aku istrinya..."
Bikin laki-laki itu salah tingkah, "Oh, maaf. Aku baru ke sini. Mau ngambil baterai listrik yang ada isinya. Ini aku juga bawa baterai listrik yang kosong."
Merid menjawab, "Ayo masuk."
Bikin laki-laki itu tergoda, terus Merid berucap, sambil menunjuk di samping pintu dalam rumah, "Bawa yang kosong masuk, ambil yang di sana, itu sudah ada isi listriknya."
Laki-laki itu segera melakukan yang diperintah Merid. Dengan cepat mengasih uang ke Merid lalu pergi.
Merid jadi bingung sekaligus cemas, "Kok laki-laki itu takut seperti melihat sesuatu di belakangku."
Dengan was-was Merid menoleh kebelakang dan...

(Bersambung)
Related Posts

Related Posts

Post a Comment