SwyoB3gOrS3jN40l0bzNAi6WurWsCFy1dg9FF8yK

Pembangunan Rumah Tangga (Eps 1)

Cerbung: Drakor Pelakor Horor
Genre: Romantis, Horor, Komedi dan Sedih
Sinopsis: Drakor Pelakor kepanjangan dari Derita Korban Perebut Laki Orang. Kisah rumah tangga yang baru dibangun oleh Pak Dewod dan Ibu Odemerid (Bu Merid), jadi bisa disebut keluarga Dewod Odemerid yang tinggal di rumah angker dan dapat masalah dari orang ketiga yaitu Pelakor dan satu paket dengan Hantu.

Pembanguan Rumah Tangga Horor


Dewod membawa istrinya ke rumah barunya. Di depan pagar rumah, Dewod menunjuk rumah itu, "Lihat sayang, gimana menurutmu rumah ini, aku baru bangun loh."
Merid melihat rumah yang tampak seram, "Aku yakin kamu bangunnya penuh perjuangan." Ucapnya menghargai usaha suaminya.
Dan Dewod memperlihatkan dokumen kertas berisikan denah rumah, "Nah, ini biar kamu gak tersesat. Bisa langsung lihat di sertifikat surat tanah dan rumah."
Merid melihatnya dengan bingung, "Kamu salah kasih liat Sayang, ini denah kuburan."
Dan Dewod menjelaskan, "Ini dulunya memang kuburan. Tapi semenjak dulu di london karena pandemi...
Sambil harap-harap cemas Merid menyambung pembicaraan, "Lockdown maksudmu..."
Dewod meneruskan, "Iya itu, jadi gak ada yang melayat lalu di jual dengan harga murah, aku beli lah. Lihat coretan denah rumah di atasnya."
Merid langsung tercengang saat tahu ini benar-benar  kuburan sambil terus menjawab pertanyaan Dewod, "Itu coretan anak SD."
Dewod terlihat bingung, "Itu gambar denah yang ku buat."
Merid melihat wajah Dewod dengan penuh pesan, "Denah yang pas buat jadi rumah kontrakan." Dalam benaknya berucap, jangan tinggal di sini jangan tinggal di sini.
Tapi Dewod terlihat senang, "Kita akan bangun rumah tangga bersama di sini. Baguskan gambar denah yang ku gambar dengan perhitungan matang ini."
Merid menjawabnya dengan sambil menahan emosi, "Hantu pasti bilang bagus."
Dewod kurang mendengar kata Merid, "Tadi kamu bilang apa, Sayang."
Merid terlihat cemas, "Bagus kok, bagus. Aku gak sabar buat tinggal di sini." Dalam benak Merid berucap, habislah aku.

(Bersambung)
Related Posts

Related Posts

Post a Comment