SwyoB3gOrS3jN40l0bzNAi6WurWsCFy1dg9FF8yK

Perjuangan Dari Nol Koma Dua (Eps 2)

Di meja makan Dewod dan Merid terdiam. Karena ini hari kedua mereka bertemu dan sudah jadi suami istri sehingga tampak canggung. Merid mencoba memulai pembicaraan, "Gimana masakanku, maaf ya masakannya gini..."
Dewod tersenyum, "Gak apa-apa. Aku suka makan nasi goreng hitam seperti ini. Baru pertama kali aku coba."
Merid tersenyum balik, "Sebenarnya ini cuma nasi goreng, tapi karena aku baru mencoba masak jadi agak gosong gitu."
Dewod tetap tersenyum, "Tetap enak kok, hampir habis loh. Nanti kamu bisa sambil belajar lagi." Dari benaknya Dewod berucap, sebelum nikah dia ngapain aja, gak jelas nih cewek, untung aku lagi lapar.

Kembali susana hening. Kali ini Dewod yang mencoba memulai pembicaraan, "Kamu masih ingat, saat pertama kali kita bertemu?"
Sambil tersenyum, Merid menjawab, "Masih ingat dong." Dalam benaknya Merid berucap, gimana mau lupa kan baru kemaren bertemunya, ngaco nih cowok.

Dewod meneruskan pembicaraan, "Aku gak nyangka loh. Awalnya aku mau ajak kamu pacaran dan kamu bilang gak mau pacaran, maunya nikah langsung."
Merid sambil tersenyum yang dipaksakan menjawab, "He he, iya." Dalam benaknya Merid berucap, sebenarnya itu ucapanku buat nolak, hanya saja alasannya gak tepat.
Dewod dengan bangganya berucap, "Untung aku kenal orang tuamu. Jadi kita bisa cepat nikah."
Bikin Merid hanya bisa tersenyum, "Aku juga kagum saat kamu bisa akrab dengan orang tuaku." Dalam benak Merid berucap, kok bisa dia akrab sama orang tuaku yang super galak.
Dan Dewod menjelaskan, "Itu karena orang tua perempuan dari orang tua perempuan mu saling kenal dulu..."
Merid menyambung pembicaraan, "Nenek ku maksudmu!"
Dewod meneruskan, "Iya benar, Nenekmu dulu pernah hampir mati kelaparan dan Nenekku menemukan Nenekmu..."
Merid menyambungnya, "Itu cerita turun menurun, ibuku juga cerita, dan nenekku sama nenekmu lalu kelaparan bersama."
Dewod mencoba menahan tawanya, " I i iya, tapi setelah itu Kakekku yang baru saja memanen hasil kebunnya tersesat dan menemukan Nenekmu dan Nenekmu, jadi para Nenek kita tertolong. Dan kakekmu yang seorang tentara sedang mencari kakekku yang tersesat datang menemukannya lalu semuanya dibawa ke kota. Nenek kita di rawat di panti anak asuhan yang sama loh."
Merid ikut bicara, "Tapi, aku diceritain tanpa nyebuti nama-nama mereka."
Dewod menjawab, "Aku juga sama. Tapi karena tempat nenek kita kelaparan sekarang jadi rumah orang tuamu, aku bisa menemukan orang tuamu dan kami saling berbagi cerita."
Merid kaget, dalam benaknya berucap, sialnya aku gak tahu kalian bertemu.

Dibalik kekecewaannya, Merid benar-benar takjub dengan Dewod yang bisa ceritakan ulang cerita dari orang tuanya, "Kamu hebat, aku saja pusing dengar ceritanya dan kalau diceritain saat

malam oleh Ibuku yang awalnya aku susah tidur langsung tertidur."
Tiba-tiba ruangan makan tampak gelap. Dewod memeriksa jam tangannya, "Bukannya belum waktunya malam..."
Merid terlihat cemas, "Mungkin kita udah masuk waktu Malam di kuburan."

(Bersambung)
Related Posts

Related Posts

Post a Comment