SwyoB3gOrS3jN40l0bzNAi6WurWsCFy1dg9FF8yK

Kiriman Gempa Dari Mertua (Eps 7)

Brak... Goncangan terasa di rumah keluarga Dewodemerid.
Pak Dewod yang sudah terlanjur di lantai satu kemudian berbalik ke lantai dua untuk menjemput kedua anaknya sambil teriak ke istrinya, "Sayang, ada gempa. Cepat labgsung ke luar rumah. Aku akan jemput anak-anak."
Dan Ibu Merid teriak balik, "Itu aku yang jatuh."
Pak Dewod berhenti melangkah. Dan memang goncangan di rumah tidak terasa lagi. Dia lalu kembali menemui istrinya.
Dengan cemas Pak Dewod bertanya ke istrinya yang tergeletak di lantai, "Kamu tidak apa-apa."
Dan si Ibu Merid menunjuk Hp yang tergeletak, "Lihat Hpmu, Ibumu kirim pesan."
Si pak Dewod segera lihat pesannya yang berisi, "Ini foto gadis yang mau Ibu jodohkan sama kamu."
Si Pak Dewod kaget.
Lalu Ibu Merid bertanya, "Jadi apa pendapat kamu?"
Dan Pak Dewod jawab, "Dia memang cantik!"
Bikin Ibu Merid marah, "Apa kamu bilang?"
Pak Dewod kaget, "Anu, ini pesan dikirim sebelum kita nikah. Lihat tanggal pesannya."
Dan Ibu Dewod melihat ke layar Hp, "Iya, kamu benar."

Tapi kemudian Ibu Dewod sadar kembali bertanya, "Itu sudah bertahun-tahun lamanya. Kok bisa baru terkirim."
Sambil garuk-garuk kepala dan senyum dipaksakan si Pak Dewod menjelaskan, "Ibuku kayaknya baru isi kuota Internet jadi pesan Whatsapp nya baru saja terkirim."
Si Ibu Merid berjalan dengan lemas melewati suaminya, "Meski aneh, iya aku mengerti."
Pak Dewod merasa lega dalam benak mungkin makan dulu baru ceritain keanehan anak, "Syukurlah, jadi lauk makan kita hari ini apa?"
Ibu Dewod jawab, "Nasi dan garam."
Pak Dewod langsung merinding.

Pak Dewod melihat istrinya gak pegang Hp. Tapi ada pesan dari istrinya yang baru saja masuk di Hp Pak Dewod, "Sayang, aku lagi di pasar ke jebak macet jadi terlambat pulang."

(Bersambung)
Related Posts

Related Posts

Post a Comment