SwyoB3gOrS3jN40l0bzNAi6WurWsCFy1dg9FF8yK

Cerita Yulia Ayu Fera Lestari, Kelompok Santet, dan Manusia Setengah Malaikat Izrail

Di sebuah restoran tiga gadis sedang makan bersama. Mereka memperhatikan seorang teman mereka yang memesan makan lengkap dengan sayur. Lalu salah satu dari mereka berkomentar, "Ayu, emang enak makan dengan sayur?"
Ayu yang dikomentari lalu menyahut, "Gak enak sih, Yulia."
Lalu teman mereka yang lain juga bertanya, "Terus kenapa kamu pesan dan makan?
Dan disambung oleh Yulia , "Benar kata Fera? kenapa kamu mau! Itu namanya nyiksa diri sendiri."
Kemudian dibalas oleh Ayu dengan nada keras, "Justru aku lagi peduli pada diri sendiri. Makan dengan sayuran agar tubuhku sehat dan terhindar dari penyakit. Aku mencintai hidupku."
Yulia dan Fera terdiam. Setelah itu cerita Yulia Ayu Fera berakhir di sini.


Cerita Ayu Dengan Kelompok Santet

Saat malam hari, Ayu pulang sendiri dengan mobilnya melewati jalan sepi yang kanan dan kiri merupakan hutan. Tiba-tiba dia dihentikan oleh mobil lain. Mobil Ayu dihalangi jalannya oleh mobil itu. Sekelompok pria keluar dengan senjata tajam dan mendekati kaca mobil Ayu. Salah satu dari mereka berteriak, "Keluar!"
Dengan ketakutan, Ayu keluar dari mobilnya, "Jangan sakiti aku. Kalian boleh ambil mobilku!"
Kemudian pemimpin dari kelompok itu bicara, "Kami tidak ingin mobilmu, kami cuma ingin nyawamu!"
Membuat Ayu kaget seketika, "Kalian pembunuh bayaran?"
Mereka tidak menjawab dan terus mendekati Ayu.
Sambil berjalan mundur Ayu berucap, "Aku bisa bayar kalian lebih, tolong jangan habisi aku..."
Dan salah satu dari mereka berucap kembali, "Kami para lelaki yang kamu tolak cintanya, dan kami tidak tertarik dengan uang. Yang membuat kami tertarik adalah menelanjangimu, menikmatimu, lalu membunuhmu!"
Mendengarnya membuat Ayu tercengang, "Kalian dasar Iblis!" Lalu Ayu berlari ke dalam hutan. Mereka juga segera mengejar Ayu.

Sekuat tenaga Ayu berlari di dalam hutan. Kakinya terkait akar pohon, dan tiba-tiba dia terjatuh ke dalam jurang. Para lelaki Iblis itu melihat kejadian itu, dari atas mereka memperhatikan Ayu, lalu mereka berbincang.
"Dia tidak bergerak?" Ucap pemimpin kelompok itu.
"Aku setuju dengamu, Santo. Kayaknya dia sudah mati." Sahut laki-laki lainnya.
"Benar Tedi, tidak menyenangkan jika kita menikmati tubuh mayat!" Balas laki-laki lainnya lagi.
Dan Santo kembali berucap, "Seperti kamu bilang, Damed. Karena dia sudah jadi mayat, kita tidak bisa menikmatinya sambil mendengar jeritannya. Kalau begitu kita cepat pergi. Kita ambil mobilnya."
Santo, Tedi, dan Damed yang dikenal dengan  nama kelompok dari singkatan  nama mereka yaitu kelompok Santet, lalu pergi.

Ternyata Ayu masih hidup. Dia sengaja tidak bergerak untuk mengalabuhi kelompok Santet. Tapi dia terluka parah, kedua kakinya patah. Sambil mengigit bibirnya, Ayu terus menangis. Lama dia berdiam diri, kemudian berusaha berteriak, "Tolooong..." Ayu terus berteriak sampai suaranya habis.
Dia mencoba merangkak dengan kedua tangannya, tapi tenaganya sudah telanjur habis untuk menahan rasa sakit. Tapi dia tidak menyerah, sambil menangis dia berucap, "Aku ingin hidup lebih lama lagi." Lalu menggunakan bajunya untuk menutup luka terbuka di kedua kakinya. Dia juga berusaha makan apapun di sana, dari tanaman sampai serangga. Tapi itu menjadi percuma saat lukanya terinfeksi. Badannya mulai dingin. Tubuhnya tidak kuat lagi. Akhirnya dia mati setelah berjuang hidup selama tiga hari.

Cerita Ayu dengan Izrail

Setelah Ayu tiada, tubuhnya yang di tengah hutan masih belum ada yang menemukan. Terdengar tangisan Ayu dalam bentuk yang lain. Hingga sampai tubuh Ayu membusuk dan hancur, Ayu yang bergentayangan terus menangis. Tiba-tiba terdengar suara pemuda, "Kamu kenapa menangis?" Ucapnya sambil menyentuh bahu Ayu.
Ayu kaget dia lalu memalingkan wajahnya, dan berucap, "Kamu juga sudah tiada. Ku pikir, setiap hantu punya dimensi yang berbeda-beda sehingga mereka tidak bisa saling menyapa dan hidup di dunia lain yang sepi..."
Wajah pemuda itu langsung pucat, dia menepuk kepalanya dan berucap, "Ternyata aku gak lihat apa-apa. Ini pasti gara-gara sakit pusing yang ku derita."
Pemuda itu lalu berbalik dan pergi. Dengan cepat Ayu melayang ke depan pemuda itu. Dan seketika juga pemuda itu berhenti. Dia lalu menarik nafas, lalu berjalan kembali menembus tubuh Ayu. Itu membuat Ayu kebingungan, dia lalu terus mendekati pemuda itu dan bertanya, "Kamu bisa melihatku?"
Ayu terus bertanya, "Aku bisa rasakan saat kamu menyentuhku?"
Tapi pemuda itu terus diam. Dia kembali ke jalan dan keluar dari hutan. Dan menaiki sepedanya lalu pergi. Tapi Ayu terus mengikutinya. Semenjak itu, Ayu selalu didekat pemuda misterius itu.

Ayu tidak pernah berhenti mengajak pemuda itu bicara. Ketika pemuda itu kembali ke rumahnya, duduk di bangku dan mengeluarkan buku yang diletakannya di meja. Ayu lalu mengomentarinya, "Buku itu bertuliskan, Izrail. Apa itu namamu?"
Izrail hanya diam dan mulai menulis di bukunya. Lalu Ayu kembali bicara, "Kamu penulis cerita? Mungkin kamu bisa tulis ceritaku!"
Ayu melayang dan duduk tepat di depan Izrail bahkan duduk di atas buku yang sedang ditulis Izrail sambil bilang, "Jika kamu tidak bisa melihatku, ini tidak masalahkan?"
Izrail terlihat kesal. Sambil terus diam, dia melanjutkan menulis. Dan Ayu juga terus bicara, "Gak apa, kamu pura-pura tidak melihatku, pura-pura tidak mendengarku. Tapi aku cuma ingin punya teman bicara. Selama aku tiada, aku tidak tahu harus bicara dengan siapa. Semuanya tidak bisa melihatku."

Ayu kemudian menceritakan kisah hidupnya, "Dulu, saat aku hidup. Aku orangnya sangat menjaga kesehatan. Aku tidak ingin mati karena sakit. Bahkan aku masuk kuliah kedokteran, hanya demi jika nanti aku sakit. Aku bisa mengobati diriku sendiri. Aku ingin terus hidup sampai tua nanti." Ucap Ayu dengan wajah yang senang. 
Kemudian wajahnya sedih, ketika meneruskan ceritanya lagi, "Tapi, kehidupanku malah direbut dengan cara lain, bukan karena sakit tapi percobaan pembunuhan. Dan itu berhasil sampai membuatku kecelakaan dan terluka parah. Aku benci hidupku berakhir begitu cepat."
Tiba-tiba Izrail berhentu menulis dan meletakan pensil di mejanya dengan keras. Ayu terdiam lalu berucap, "Apa kamu marah, maafkan aku. Aku janji gak duduk di atas bukumu lagi."
Izrail tetap diam. Dia lalu duduk di kasur kemudian membuka Laptopnya. Di layar tampil  akun facebook Izrail. Terus Ayu kemudian berucap, "Kamu bisa cari akun facebookku, namanya gabungan dari nama teman-temanku, tulis dipencarian 'Yulia Ayu Fera' pasti ketemu, Ayo ketik..."
Tapi yang diketik Izrail bukan seperti yang dikatakan, Izrail mengetikan kata ' bunuh diri ' dan itu membuat Ayu kaget, "Kamu gak perlu bunuh diri, untuk jadi temanku. Kamu cukup bicara saja. Kamu tahu, hidup sepertimu itu sangat membuatku iri. Jadi jangan sia-siakan."
Di layar laptop Izrail, muncul postingan yang memuat kata itu. Izrail mengklik salah satu postingan seorang gadis, banyak komentar caci maki sampai tertawa.
Kemudian Izrail menutup laptopnya lalu pergi keluar rumah.

Cerita Ayu Lestari dan Izrail

Izrail pergi dengan sepedanya dan Ayu terbang melayang di sampingnya, "Ini sudah larut malam. Sangat berbahaya jika kamu bertemu penjahat." Ucap Ayu Khawatir.
Tiba-tiba Ayu tersenyum, "Teruskan keinginanmu jalan malam-malam. Mungkin jika kamu ketemu penjahat lalu terbunuh. Kamu juga jadi hantu gentayangan seperti aku. Dan aku jadi punya teman." Ucapnya sangat senang.

Izrail berhenti di sebuah jembatan sunyi. Di sana ada sebuah motor terpakir. Dan seorang gadis berdiri di pinggir jembatan, lalu Izrail berucap, "Kamu yakin, bunuh diri dengan cara terjun seperti itu. Kamu akan tersiksa lemas. Paru-parumu akan terasa sakit saat air sungai itu menerobos masuk!"
Dan Ayu melayang di hadapan Izrail, "Aku pikir kamu tiba-tiba jadi bisu setelah di hutan itu. Ternyata kamu bisa bicara juga ya..."
Sambil mengabaikan Ayu, Izrail berjalan melingkar melewati Ayu dan bicara ke gadis yang mau bunuh diri itu, "Aku punya cara agar kamu bisa bunuh diri tanpa merasakan sakit?"
Dan Ayu kembali melayang di hadapan Izrail sambil berteriak, "Sudah ku duga, kamu bisa melihatku dan kamu juga ke hutan gara-gara dengar tangisanku kan..." Lalu nunjuk-nunjuk ke arah Izrail.
Gadis di jembatan itu tertawa, "Kamu pikir aku anak kecil, bisa dibodohin dengan kata-kata itu. Tidak bunuh diri tanpa rasa sakit di dunia ini. Dan sakit hatiku terus dibuli jauh lebih menyakitkan." Lalu gadis itu langsung terjun sebelum Izrail berhasil mendekatinya. Dengan cepat Izrail juga terjun ke dalam sungai dari ats jembatan juga. Dengan berenang, Izrail mencoba mendapatkan tubuh gadis itu yang mulai tenggelam. Setelah dia dapatkan, lalu diseret ke tepi sungai.

Gadis itu terlihat masih sadar, dan berteriak memarahi Izrail, "Apa yang kamu lakukan...?
Dan Izrail berucap sambil melihat dada gadis itu, "Aku butuh tubuhmu dalam keadaan tidak rusak."
Gadis itu terlihat terperangah, "Dasar cowok bajingan..."
Izrail lalu membalasnya, "Kamu masih pakai baju seragam sekolahmu. Namau, Lestari kan. Seperti tertulis di kantong bajumu itu. Lestari, jika kamu mau mati maka akan aku kabulkan."
Lestari terdiam, lalu dia bilang, "Sebaiknya kamu bunuh aku dulu, baru nikmati aku. Aku tidak ingin, diakhir hidupku, aku harus merasakan pelecehan terlebih dahulu."
Kemudian Izrail mengalihkan pandanganya ke samping Lestari, lalu bicara, "Dan kamu Ayu, aku dengar kamu ingin hidup? Aku bisa cabut  roh Lestari dari tubuhnya dan meletakan rohmu ke tubuh Lestari. Jika kamu ingin!"
Ayu yang tadi diam, terperangah, tanpa pikir panjang, dia bilang, "Aku mau, tapi aku takut akan dihantui oleh rohnya Lestari."
Izrail lalu bilang, "Kamu tidak perlu khawatir, aku pernah lihat orang yang bunuh diri sebelum ini. Orang yang ingin mati, ketika tubuhnya rusak dan rohnya keluar. Maka rohnya itu langsung dijemput Malaikat dan di bawa pergi. Aku juga dengar jeritan roh itu setelahnya. Ku pikir roh yang bunuh diri langsung di masukan ke Neraka. Tidak sepertimu jadi roh gentayangan, tidak dijemput malaikat karena rohmu keluar dengan sendiri sebelum takdir ajal menjemputmu gara-gara dibunuh atau kecelakaan."
Lestari tertawa mendengarnya, "Hahaha, berhentilah bicara sendiri. Aku tidak butuh dongengmu. Cepat ambil nyawaku..."
Seketika tangan kanan Izrail bercahaya. Dan...

Akhir Hidup Lestari dan Awal Hidup Ayu Kembali

Pagi hari telah tiba, Ayu membuka matanya dan benar-benar tidak percaya, "Aku bisa melihat diriku dengan jelas di siang hari?"
Ayu meneteskan air matanya, "Aku bisa menyentuh tanah, aku bisa rasakan air mataku membasahi pipi!"
Kemudian Izrail duduk di hadapan Ayu dan bertanya, "Siapa namamu?"
Ayu terlihat bingung, "Bukannya kamu sudah tahu? Tadikan kamu menyebut namaku, Ayu!"
Dan Izrail membalas, "Sekarang namau Lestari."
Ayu tersenyum, "Oh iya, sekarang aku hidup ditubuhnya Lestari."
Kemudian, Izrail melangkahkan kakinya pergi sambil berucap, "Kamu mendapatkan kehidupan kedua. Silahkan pergi menjauh dariku."
Ayu tertawa, "Hahaha, mustahil. Kamu telah berikan aku kesempatan hidup di dunia ini kembali. Mana mungkin aku pergi begitu saja. Aku akan tetap mengikutimu sebagai temanmu."
Tapi saat Ayu mencoba melangkahkan kakinya mendekati Izrail, tanpa dia kehendaki, kakinya malah melangkah menjauh dari Izrail. Ayu lalu berhenti melangkahkan kakinya, "Izrail, kayaknya ada yang tidak beres dengan tubuh ini. Kamu bisa perbaiki?"
Izrail mendekati Ayu, "Tidak ada yang salah. Kamu dihidupkan kembali dengan kemampuanku. Resikonya adalah kamu tidak bisa melawan perintahku."
Seketika itu membuat Ayu tercengang.

Izrail kembali pergi, dan Ayu mencoba menggodanya, "Kamu buat aku jadi budakmu. Sehingga bisa menikmati tubuh ini tanpa bisa aku tolak. Kamu benar-benar cowok bajingan sejati."
Hal itu membuat Izrail kesal. Dia kembali menghadap Ayu, "Kamu pikir, aku bersekutu dengan Iblis, untuk mendapatkan kemampuan ini. Perlu kamu tahu, kemampuanku ini ku dapatkan setelah bersekutu dengan Malaikat. Jadi bukan tumbal orang lain atau nyawa diri sendiri yang harus aku berikan, tapi rasa nafsu ku sendiri yang harus aku relakan diambil. Aku tidak punya rasa tertarik dengan perempuan bahkan orang lain, satupun. Bahkan aku tidak bisa merasakan enaknya makanan."
Izrail lalu pergi dengan lesu, "Diamlah sampai aku pergi jauh."
Sambil berusaha menggerakan kakinya, Ayu berucap, "Jika bukan budak yang kamu inginkan. Terus buat apa kamu mengingankan kemampuan itu..."
Izrail  menghentikan langkahnya lalu menjawabnya, "Aku hanya ingin bisa melihat  buku catatan  Malaikat tentang kebaikan dan kejahatan orang. Karena aku bekerja sebagai Jaksa. Ku pikir dengan kemampuan ini akan memudahkanku menyelesaikan kasus dengan seadil-adilnya. Aku tidak berpikir, kemampuan ini juga bisa melihat roh manusia, bicara bahkan menyentuhnya. Menghidupkan kembali, tidak pernah terlintas dalam benakku, apalagi cerita Yulia Ayu Fera Lestari yang sekarang ku ketahui, aku tidak menyangkanya." Lalu Izrail pergi.

Ayu bicara dengan nada sinis, "Jaksa! Aku dibunuh karenanya."
Sekian kalinya, Izrail dibuat menghentikan langkahnya. Dia melihat ke arah Ayu. Lalu Ayu meneruskan ceritanya, "Saat aku hidup, aku tidak sengaja mendengar pembicaraan pengacara dengan Jaksa. Pengacara itu ingin kasus penyiraman air keras, pelakunya dihukum ringan. Dan jaksa itu mengambil koper pengacara sambil bilang, 'tenang saja, cuma dihukum satu tahun dengan alasan pelaku tidak sengaja.' Aku melanjutkan jalan, dan bersikap acuh, seperti tidak mendengar apa-apa. Memang aku tidak peduli dengan kasus itu. Tapi mereka berdua terus melihatku. Setelah itu aku dengar dari teman-temanku, dia melihat cowok yang pernah aku tolak cintanya, berkumpul bersama-sama dengan seorang Jaksa. Kamu tahu kan akhir ceritanya gimana?"

(Selesai)
Related Posts

Related Posts

Post a Comment