SwyoB3gOrS3jN40l0bzNAi6WurWsCFy1dg9FF8yK

Cerbung Lastri Si Bintang Kejora Pagi

Gadis yatim piatu itu bernama Lastri. Dia tidak memiliki keluarga lagi. Hidup seorang diri di desa dan mencari nafkah sendiri untuk hidup. Cerita kehidupannya akan diceritakan secara utuh dari kecil disambung ke remaja hingga dewasa sampai keadaannya saat terakhir. Semuanya akan diceritakan dalam cerpen berjudul Cerbung Lastri si bintang kejora dalam menjalani hidup.


Lastri Saat Kecil

Lastri bagaikan bintang kejora di pagi hari yaitu bintang yang masih bersinar terang seorang diri saat pagi tiba. Tidak dikalahkan oleh cahaya besar dari matahari. Semangat hidup Lasti seperti bintang kejora. Meskipun dia kecil dan seorang diri, dia tetap semangat untuk hidup. 


Lastri pagi-pagi sudah bangun. Dia bersiap untuk kerja. Menjual sayur-sayuran. Sayuran yang dia petik disekitar rumahnya. Yang kemudian dia jual di pasar di desanya. Saat dia berjualan warga sekitar sudah biasa melihatnya dan tidak memberikan perhatian berlebih. Mereka menganggap itu hal wajar. Namun berbeda dengan pak Mardi bersama istrinya yang berasal dari kota. Pasangn suami istri itu benar-benar dikejutkan dengan satu-satunya penjual yang masih kecil. Lalu menghampiri.


Ibu Mardi bertanya, "Ayah ibumu mana? Saya mau beli?"

Lastri menjawab, "Sudah tiada, saya penjualnya..."

Ibu Mardi tentu kaget, "Nak, kamu seharusnya sekolah. Usia sepertimu biasanya ada dibangku SD. Kamu punya keluarga lain?"

Lastri menjawabnya, "Saya juga ingin, tapi kalau tidak kerja saya tidak bisa membeli kebutuhan hidup. Saya tidak punya keluarga satupun."

Bapak Mardi melihat istrinya kemudian bicara, "Nak, mau jadi anak angkat kami. Kamu tidak perlu bekerja. Kami akan biayai hidup kamu dan kamu bisa bersekolah?"

Lastri menjawab, "Saya tidak ingin dikasihani. Saya tidak mau diangkat anak oleh anda."

Pasangan suami istri itu terkejut. Tidak seperti cerita biasanya, anak sebatang kara dari keluarga miskin seharusnya mau diangkat anak. Tapi Lastri tidak.


Lastri Saat Menginjak Usia Remaja

Lastri tetap hidup sendiri. Dia membuktikan bahwa dia bisa tetap hidup tanpa orang tua. Uang yang dia tabung saat menjual sayuran mulai dia gunakan. Bukan untuk biaya masuk sekolah. Dia menggunakannya untuk membeli buku. Dulu saat kecil dia pernah duduk di kelas 1 SD. Dia belajar membaca dan menulis. Namun kemudian orang tuanya meninggal. Dia lalu berhenti sekolah dan menemani neneknya bekerja menjual sayur. Neneknya mengajarkan dia berhitung. Setelah neneknya meninggal. Dia yang menggantikan berjualan sayur.


Pengalaman dia kecil banyak memberikan dia pelajaran. Meskipun cuma bisa membaca, menulis dan perhitungan dasar. Dia tetap bertekad untuk bisa menambah pengetahuannya dengan membeli buku pelajaran. Dia mempelajari buku tersebut sesuai petunjuk yang tertulis. Dia bahkan mencoba mengerjakan soal berdasarkan contoh yang ada di buku.


Lastri kemudian menuju suatu sekolah. Dia menghampiri anak-anak SMP yang sedang ngumpul. Dia lalu menyapa mereka, "Dari buku yang aku baca, di sekolah ada namanya PR pekerjaaan rumah. Apa kalin memilikinya?"

Siswi SMP itu menghadap Lastri dengan nada sombong, "Kalau kami punya, emang kenapa?"

Lastri menjawab, "Biar aku yang kerjakan. Jika nilaimu nanti bagus, kamu bisa bayar aku!"

Siswi itu terdiam dan kemudian tersenyum serta bersikap sopan, "Benarkah, kebetulan kami punya banyak PR!"

Siswi itu memberikan buku PR nya ke Lastri. Dan Lastri bicara, "Aku butuh buku catatan pelajaram kalian di sekolah dan buku paket pelajaran."

Siswi itu menjawab, "Tentu, tidak masalah. Sekalian, tas ini bawa saja. Besok pagi bawakan sama PR yang kamu sudah kerjakan."

Lastri lalu mempelajari buku pelajaran tersebut. Dia berusaha menjawab soal PR. Dia ingin jadikan ini sebagai cara dia mengetahui nilai kemampuannya.


Keesokan paginya. Anak SMP itu datang kembali di tempat yang sama. Dan Lastri menyerahkan tas siswi SMP itu kembali. Para siswi itu lalu masuk sekolah. Sedangkan Lastri cuma menunggu di luar di tempat tadi sambil menjual buah-buahan yang dia bawa.


Sambil menjual buah dan sesekali makan salah satu buah apel, dia juga membaca buku. Saat matahari sudah di atas kepalanya dan semua anak sekolah terlihat pulang bergerombol tapi siswi yang dia temui tadi tidak terlihat menghampirinya. Dia mulai pasrah, "Sepertinya aku gagal dapat nilai bagus. Dan mereka tidak mau menemuiku lagi... Atau aku dapat nilai bagus dan mereka tidak mau membayarnya. Tidak apa."

Saat Lastri mau pergi. Tiba-tiba para siswi yang tadi dia temui muncul.

"Maaf kami baru tiba, nunggu semua pulang dulu baru kami berani menghampiri kamu. Nilai PR kami dapat nilai tinggi. Ini berkat kamu. Kamu bagaikan bintang harapan kami."

Lastri terlihat gembira, "Terima kasih telah memberitahukannya."

Salah satu siswi yang selalu bicara dengan Lastri kemudian memperkenalkan dirinya, "Namaku Tien. Aku bukan hanya membayarmu. Aku ingin kamu bantu aku untuk mengerjakan semua soal di sekolah. Aku ingin membuat kedua orang tuaku senang karena aku dapat nilai bagus."

Lastri terlihat murung, "Aku tidak mungkin bisa masuk ke sekolah kalian kan?"

Tien lalu berkata, "Itu tidak perlu. Ayahku seorang pengusaha teknologi. Dia menciptakan Hp yang terhubung dengan kamera di kacamata dan mikrofon di anting. Jadi kamu bisa melihat soal di sekolah melalui kacamata yang aku pakai di Hp ini. Kamu juga bisa kasih tahu jawabannya yanv akan aku dengar melalui anting yang aku pakai. Aku akan bayar kamu mahal jika kamu mau?"

Tentu Lastri tidak melewatkan kesempatan ini. Dia bisa sekaligus belajar di sekolah tanpa perlu bersekolah sekaligus mendapatkan uang.


Masa remaja Lastri banyak dihabiskan dengan kegiatan belajar yang menghasilkan uang banyak baginya. Dia juga meninggalkan pekerjaan lamanya sebagai penjual sayur dan buah-buahan. Dengan pekerjaan barunya ini dia mulai dikenal dengan sebutan Dewi Kunci Jawaban. Lastri juga mulai bisa meningkatkan kehidupannya. Dengan mengubah rumah kayu yang mau ambruk menjadi rumah beton. Membeli perlengkapan rumah seperti orang-orang. Sehingga membuat dia seperti anak orang kaya. Padahal dia tidak punya orang tua lagi.


Meskipun Lastri sudah terlihat sukses. Bukan berarti cerita ini berakhir sampai di sini. Masih ada sambungan ceritanya. Karena ini merupakan cerbung Lastri si bintang kejora.


Lastri Saat Mulai Dewasa

Lastri sudah hidup layak. Tapi ini bukan saatnya Lastri merasa puas. Dia ingin dapat jaminan hari tuanya nanti dengan mendapatkan pensiunan. Jadi dia ingin mendaftar PNS (Pegawai Negeri Sipil). Namun saat dia mau daftar, dia ditolak. Alasannya Lastri tidak punya ijasah, itu wajar karena dia tidak pernah sekolah. Lastri berusaha minta pengertian dengan membiarkan dirinya untuk ikut tes. Namun itu tetap ditolak.


Lastri yang kesal lalu keluar dari gedung pendaftaran. Dia lalu menghampiri seorang pelamar PNS juga yang baru keluar dari mobil mewahnya, "Kamu ingin daftar PNS?"

Wanita itu menjawab, "Iya, emangnya kenapa?"

Lastri langsung memberitahukan tujuannya, "Aku akan bantu kamu menjawab soal tes PNS dan buat kamu lulus!"

Wanita itu terlihat masih belum percaya, "Kamu mencoba menipuku?"

Lastri menjawab, "Kamu bayar saat kamu dinyatakan lulus dengan jawaban yang akan kamu beri nanti."

Wanita itu langsung setuju. Karena tidak harus membayar di awal. Dengan cara yang sama Lastri memberikan jawaban ke wanita itu melalui anting yang dia berikan setelah melihat soal tes PNS langsung melalui kacamata yang juga dia berikan. Teknologi yang dia miliki ketika remaja diberikan oleh temannya Tien.


Kemampuan Lastri memang tidak bisa terbantahkan. Dia berhasil membuat wanita itu lulus PNS. Dan wanita itu menjadi teman kedua Lastri, "Aku Kumalasari, aku jadi punya ide untuk membantumu dengan bisnis ini. Aku punya banyak kenalan."

Lastri setuju dan sejak saat itu kehidupan Lastri semakin meningkat. Lastri mulai bisa hidup mewah. Dia bahkan mulai menggunakan uangnya untuk membuat usaha sebagai jaminan hari tuanya nanti. Jadi dia tidak perlu mengharapkan uang pensiun. Dia membeli kebun yang sangat luas dan memberikan nama pada kebun itu dari orang-orang yang berjasa   padanya yaitu Tien Kumalasari.


Tag: Cerita Bersambung Lastri

Cerbung Lastri


Cerita Akhir Lastri

Meskipun Lastri sudah punya usaha besar sendiri yang menghasilkan uang sehingga dia tidap perlu bekerja lagi maka uang tetap terus mengalir padanya. Tapi dia tetap meneruskan kegiatannya sebagai pemberi kunci jawaban tes  masuk PNS. Bagi  Lastri itu adalah hobinya. Jadi dia tetap melakukannya. Namun itu menjadi akhir dari cerbung Lastri. Karena akhirnya kegiatan  Lastri terbongkar. Dia dilaporkan oleh peserta tes PNS lain yang merasa tidak terima dia tidak lulus PNS tapi temannya yang pakai jasa Lastri berhasil lulus. Tapi si pelapor kemudian sangat merasa malu. Dia mempermalukan dirinya sendiri. Setelah tahu Lastri tidak pernah sekolah tapi dia berhasil menjawab soal tes PNS dengan benar dan mengalahkan dirinya yang sudah sekolah sampai Sarjana. 

(Selesai)
Related Posts

Related Posts

Post a Comment