SwyoB3gOrS3jN40l0bzNAi6WurWsCFy1dg9FF8yK

Cerita Level Tertinggi Mencintai

Seorang gadis diturunkan oleh pemuda di tengah jalan. Gadis itu menangis di pinggir jalan. Saat itu hujan turun dengan derasanya. Gadis itu tidak beranjak dan membiarkan dirinya kebasahan. Sahabat gadis itu yang juga seorang pemuda datang membawakan payung dan memayunginya sambil bilang, "Pulanglah, nanti kamu sakit."

Gadis itu tetap ngeyel dan bilang. Aku tidak mau pulang, jika yang jemput bukan pacarku.

Sahabatnya mengerti dan bilang, "Setidaknya kamu pakai payung ini. Peganglah..."

Gadis itu memegangnya. Lalu sahabatnya melepaskan jaket dan mengenakannya ke gadis tersebut. Sahabatnya lalu pergi.


Sahabatnya mencari pacar gadis itu sambil hujan-hujanan. Hingga akhirnya dia bertemu dengan pacar si gadis. Lalu dia berkata, "Kenapa kamu tinggalkan kekasihmu, apa kamu tidak mencintainya?"

Pacar gadis itu bilang, "Aku mencintainya tapi, Aku lagi sakit gagal ginjal, aku ingin dia membenciku. Biar nanti saat aku pergi, dia tidak kecewa berat. Oleh karena itu aku memberitahukan lokasi dia ke kamu. Karena aku tahu kamu mencintainya. Gantikan aku. Aku rela dia untukmu. Asal dia tidak sedih."

Sahabat gadis itu berteriak, "Aku memang memcintainya. Tapi dia mencintaimu. Jadi ambilah ginjalku dan tetaplah hidup untuknya. Aku akan relakannya asalkan dia bahagia bersamamu."


Akhirnya pacar si gadis datang menjemput gadis itu kembali. Gadis itu terlihat bahagia. Keesokan harinya. Sahabat gadis itu jatuh sakit. Gadis itu menjenguk sahabatnya duluan. Kemudian ketika dia keluar rumah. Gadis itu berpapasan dengan pacarnya yang terlihat panik. Gadis itupun bertanya, "Kamu kenapa kok terlihat cemas gitu?"

Pacar gadis itu tanya, "Bagaimana keadaan sahabatmu?"

Gadis itu menjawab, "Dia pingsan saat pulang ke rumah. Jatuh dan kedua ginjalnya tertusuk akar yang keluar. Sekarang dia sudah tiada."

Pacarnya kaget, "Apa? Kenapa kamu malah senang, telah kehilangan sahabatmu yang selalu ada untukmu?"

Gadis itu bilang, "Saat dia sekarat, dia sempat bilang ke aku, dia sudah bahagia, karena melihatku bahagia bersamamu. Jadi tidak perlu khawatir."

Pacarnya gak bisa berkata apa-apa lagi.


(Tamat)

Related Posts

Related Posts

Post a Comment