SwyoB3gOrS3jN40l0bzNAi6WurWsCFy1dg9FF8yK

Cerita Cinta Kamar Hotel Bersama Teman

Ini cerita cinta di kamar hotel dari temanku, aku pikir menarik. Jadi aku bagikan di sini.

Aku adalah cewek yang sekamar hotel dengan cowok seumuran dan kami belum menikah. Aku terpaksa karena uang yang dikasih orang tua untuk bayar kos dan kuliah selama enam bulan dicuri orang. Aku sudah jelaskan ke pihak kampus tapi pihak kampus tidak mau tahu. Kebetulan cowok itu menyaksikan aku saat dia juga mau bayar biaya kuliah. Setelah diluar ruangan, si cowok itu mau bantu aku untuk membiayai kuliahku satu semester dengan syarat aku harus sekamar dengannya di hotel. Karena aku khawatir dan tidak ingin membebani orang tua jika minta uang lagi, jadi aku terpaksa mau menerima tawaran teman cowokku itu. Ini awal cerita cinta kamar hotel di mulai.

Di kamar hotel bersama teman cowokku itu, aku harus rela melayani dia. Setidaknya aku tidak perlu bayar tempat menginap. Karena dia cowok dan tidak bisa masak maka aku yang memasakan untuknya. Kebetulan dia kuliah sambil kerja jadi dengan adanya seseorang yang menyediakan dia makan, itu akan menghemat dia dalam segi pengeluaran. Selain itu tidak ada yang aku lakulan lagi untuknya. Aku hanya melayani dia untuk makan.

Cerita di Kamar Hotel

Meskipun dia cowok tapi dia tidak pernah berbuat hal negatif ke aku. Kami bahkan tidak pernah bersentuhan. Karena itu juga salah satu syarat yang aku ajukan untuk menerima tawarannya. Jadi bisa dibilang aku kerja sebagai koki untuk dia. Dan digaji oleh dia yang bisa aku gunakan untuk biaya kuliah. Sebagai bonus aku dapat menginap gratis di kamar hotelnya. Kebetulan kamar hotel dia besar tapi cuma ada ranjang satu dengan ukuran yang besar. Jadi kami memang tidur seranjang tapi tidak melakukan hal aneh, tidak saling bersentuhan. Kami berusaha untuk menjaga jarak.

Kehidupan yang kami jalani memang tidak wajar. Tapi kami masih bisa mengendalikan diri. Bagi kami menahan nafsu adalah sebuah permainan yang menantang. Jadi kami berusaha melewati hari-hari kami demi satu tujuan masing-masing. Dia ingin secepat mungkin bisa mengumpulkan modal untuk membangun usahanya. Sedangkan aku ingin cepat lulus kuliah dengan nilai bagus sehingga bisa diterima kerja di tempat bagus dengan gaji yang besar dan membanggakan orang tuaku di kampung.

Tag: cerita cinta

Cinta di Kamar Hotel

Hidup bersama dengan waktu cukup lama, tidak bisa aku pungkiri kami berdua tidak merasakan sesuatu. Aku sendiri mulai ada perasaan ke dia. Bagaimana tidak, dari banyak cowok cuma dia yang perhatian sampai memberikan bantuan kepadaku dan menurutku dia cukup tampan. Sifatnya yang sopan padaku dan sosok pekerja keras, itu semua masuk karakteria cowok tipeku. Sepertinya aku menyukainya atau mungkin mencintainya.

Diapun sepertinya merasakan hal sama sepertiku. Kadang dia terlihat salah tingkah. Gugup di hadapanku. Sampai berkata gagap ketika bicara denganku padahal aslinya dia dapat bicara lancar. Dia sering mencuri pandangan dan menatapku. Dan saat aku tatap balik dia mengalihkan pandangannya. Hal itu justru membuatku suka dan mencoba menggodanya.

Cerita Cinta di Kamar Hotel

Pikiranku sudah mulai tidak waras. Aku bahkan bersedia untuk di apa-apain olehnya. Namun ketika aku sengaja tampil seksi di depannya, dia seakan menahan nafsunya itu. Dan yang membuatku sakit ketika dia menyakiti dirinya sendiri dengan menusukan polpen atau benda apapun ke tubuhnya ketika dia mulai terpanah melihatku. Melihat tubuhnya dipenuhi bekas luka membuatku sadar dan menghentikan berpenampilan seksi di hadapannya. Aku tidak sanggup melihat dia terluka.

Aku tahu keberadaanku membuat dia tersiksa. Meskipun dia terlihat bahagia itu mungkin karena dia menyukaiku. Tapi tetap aku tidak bisa melihat dia bahagia sekaligus tersakiti. Ingin rasanya aku cepat-cepat pergi dari sini walaupun hati ini ingin menetap selamanya di sini.

Setelah 1 semester atau 6 bulan berlalu, orang tuaku kembali mengirimkan uang. Aku lalu berhenti untuk mengurus teman cowok ku itu. Dan aku kembali ke kosanku lagi. Semenjak itu aku dan dia tidak pernah bertemu lagi. Bahkan di kampus dia mulai tidak terlihat lagi. Terdengar kabar bahwa dia dikeluarkan dari kampus karena tidak mengikuti kuliah terus.

Cinta memang bisa membuat orang mabuk sampai tidak bisa berpikir sehat. Begitu juga yang aku alami sekarang. Begitu nekatnya aku kembali mendatangi kamar hotelnya tanpa diundang olehnya. Dan bertapa hancur hatiku ketika dia sudah keluar dari kamar hotel itu. Aku bahkan tidak tahu dia di mana lagi sekarang. Sungguh aku menyesal tidak mengatakan perasaanku ke dia sejak awal. Aku terlalu egois dan percaya diri menanti dia yang mengutarakan cintanya padaku lebih dulu.

Kuliahku hampir terbengkalai. Tapi aku ingat ketika kami berjanji untuk mewujudkan impian kami masing-masing. Jadi aku kembali fokus untuk kuliah lagi. Dengan berharap dapat bertemu dia lagi suatu saat nanti. Meskipun aku tidak tahu kapan akan terjadi?

Begitulah cerita muncul perasaan cinta di kamar hotel, sampai saat ini temanku itu masih menanti...

Related Posts

Related Posts

Posting Komentar