SwyoB3gOrS3jN40l0bzNAi6WurWsCFy1dg9FF8yK

Akibat Orang Tua Mendahulukan Adik Menikah

 “Kamu kan belum punya pasangan dan adikmu sudah ada. Jadi tidak apakan, adikmu duluan nikah?” Ucap Ayah, satu-satunya orang tua kandungku yang masih hidup.

Meskipun hati ini mau bilang, ‘Tunggu bentar ayah, aku akan berusaha cari pasangan dulu, dan segera cepat nikah, baru adik menyusul.’ Tapi kata dibibirku berbeda, “Iya ayah, aku mengalah.”

Meskipun aku bilang tidak, Ayah pasti akan selalu membujukku karena beliau ingin segera punya cucu. Diantara saudara Ayah lainnya, Cuma Ayah yang belum punya cucu. Jadi aku mengiyakannya demi kebahagian ayah. Walaupun aku juga ingin sebenarnya cepat nikah, tapi mau gimana lagi. Aku belum punya pasangan saat ini.


Kemudian saat aku lagi kesal-kesalnya. Ayah menghubungi aku kembali melalui telpon, untuk meminta biaya untuk pernikahan adikku. Tentu itu membuatku tambah kesal. Rencananya, uangku ingin aku tabung untuk biaya nikahku sendiri dan juga kehidupanku nanti berumah  tangga. Aku benar-benar tidak bisa memendung perasaanku, aku luapkan emosiku saat itu. Aku marah dan bilang dengan nada keras, “Maaf ayah, aku gak bisa bantu.” Sejak saat itu ayahku tidak pernah lagi menghubungiku. Padahal aku Cuma bilang gitu tapi sepertinya itu menyakiti perasaan ayahku. Aku bingung harus apa. Aku hubungi balik untuk meminta maaf tapi diabaikan. Setelah itu hubungan aku dan ayah benar-benar terputus, aku tidak lagi menghubungi ayah, begitupun ayah tidak pernah menghubungi aku lagi.


Hingga sampai 7 tahun berlalu. Suara ketukan pintu rumahku terdengar dan Istriku membukakannya, “Selamat siang, Kek. Ada yang bisa dibantu?”

Aku yang penasaran lalu ikut melihatnya, “Siapa, Sayang?”

Istriku Cuma diam dengan ekspresi heran, karena tamu yang datang juga tidak mengucapkan satu patah katapun.

Saat aku melihatnya, aku kaget, “Ayah?”

Istriku melihat ke arahku kemudian dengan sigap membukakan pintu dengan lebar, “Ayah kah? Mari masuk.”


Suasana menjadi sangat canggung. Aku dan ayah duduk di meja makan bersama. Istriku menghidangkan makanan untuk Ayah, “Silahkan ayah, dicoba makanan dan minumannya!”

Istriku mendatangiku sambil berbisik, “Ajak bicara ayahmu?”

Aku pun bertanya, “Gimana kabar ayah?”

Dan ayah kemudian menjawab, “Kabar ayah baik, hanya saja kabar adikmu...”

Aku langsung bertanya, “Apa adik lagi sakit?”

Ayah menyambung, “Tidak, adikmu dan istrinya sepertinya mengalami masalah, karena tidak punya keturunan mereka saling bertengkar. Jadi ayah terpaksa pergi dari rumah adikmu dan mohon untuk numpang di rumahmu.”

Istriku yang duduk di sampingku langsung menjawab, “Tentu ayah, silahkan.”

Aku melihat ke arah istriku dengan pandangan heran. Dan istriku melihatku dengan ekspresi seperti menyuruhku mengiyakannya. Akhirnya aku bilang, “Silahkan ayah.”

Ayah kemudian bertanya, “Maaf ayah bertanya bergini, apa kalian sudah punya an....”

Tiba-tiba Hido dan Hida datang, lalu Hido langsung bertanya, “Papa, itu siapa?”

Dan aku jawab, “Itu kakekmu.”

Lalu Hida menyambung, “Kami punya kakek?”

Istriku yang yatim piatu menjawab, “Iya, nak... kalian punya.”

Hido dan Hida langsung memeluk ayah, “Kakeeek.”

Ayah berdiri sambil menyambut pelukan mereka, “Cucuku...”


Aku dan ayah kembali berbincang. Dan ayah bilang, “Anakmu mirip denganmu waktu kecil...”

Dan aku jawab, “Benarkah? Saat ini usia mereka 5 tahun. Dilahirkan kembar, laki-laki dan perempuan...”

Dan tiba-tiba ayah berucap, “Maafkan ayah.” Sambil memelukku.

Aku pun menjawab, “Harusnya, saya yang minta maaf, ayah.”


Setelah itu entah bagaimana cerita keluarga ku tersebar. Dari tetangga ke tetangga kemudian hingga ke seluruh penjuru desa tempatku berada, sampai tempat tinggal ayah yang sekarang ditempati adik bersama istrinya. Sebuah mitos pun muncul, para penduduk kampung mempercayai sesuatu. ‘Apabila adik didahulukan menikah sebelum kakaknya, maka si adik tidak akan mendapatkan keturunan’. Bukan tanpa sebab. Setelah kejadian di keluargaku, kejadian sama berulang terjadi pada keluarga lain di dua kampung tersebut. Hingga akhirnya, para penduduk kampung takut jika mendahulukan menikahkan anak kedua sebelum anak pertama menikah.

(Selesai)

Related Posts

Related Posts

Posting Komentar