SwyoB3gOrS3jN40l0bzNAi6WurWsCFy1dg9FF8yK

Makan Bersama Dengan Vina (Part 3)

Hari berikutnya Vina minta makan bersama. Agu yang takut, lalu menolaknya lagi. Kebetulan Agu lagi bersama teman-temannya di depan rumah.
"Maaf aku tidak bisa karena lagi main sama teman-teman." Ucap Agu walaupun temannya hanya dua, yaitu Ido dan Nafal.
Vina menjawabnya singkat, "Baiklah." Lalu telponnya ditutup.
Agu sangat senang terhindar dari Vina.
Tidak disangka Vina datang dan memperhatikan Agu bersama teman-temannya dari kejauhan dengan tatapan tajamnya. Ketika Ido pergi ke WC, Vina kemudian mendekatinya secara diam-diam.

Di sisi lain karena Ido tidak balik-balik. Nafal menyusulnya. Tapi Nafal juga tidak balik ke depan rumah. Lalu Agu mendatangi mereka.

Alangkah terkejutnya Agu melihat Vina sedang memotong-motong tubuh Ido dan Nafal di dapur dekat WC.
Dengan darah berlumuran dipakaiannya, Vina bicara dengan senyuman, "Aku akan memasak daging temanmu ini untuk kita makan bersama."
Agu terperangah. Tapi jika melapor ke warga, dia takut ikut dituduh terlibat. Akhirnya membiarkan Vina.

Di ruang makan, Agu tercengang melihat santapan di meja yang dihidangkan Vina. Ada kepala Ido dan Nafal yang hangus. Juga ada daging paha mereka berdua yang digoreng.
"Ayo makan. Apa perlu aku suapin. Aku akan memotong lehermu dan memasukan makanannya langsung ke tenggorakan."
Agu yang takut mati, langsung gemetar, "Tidak perlu disuapin. Aku akan makan sendiri"
Sambil menangis Agu memakan daging temannya yang digoreng di bawah ancungan samurai yang dipegang Vina dan disentuhkan ke lehernya.

(Bersambung)
Related Posts

Related Posts

Post a Comment