SwyoB3gOrS3jN40l0bzNAi6WurWsCFy1dg9FF8yK

Bantuan Mendapat Kekasih (Part 1)





Saat acara reunian Kuliah, cuma aku yang hadir tanpa pasangan. Mereka langsung menyapaku, "Hei lihat, wajar jika pemuda miskin, jelek dan pengangguran ini tidak membawa pasangan. Ayo, jangan malu. Silahkan masuk!"
Aku hanya bisa memasang muka datar, mendengar sambutannya yang membingungkan. Ramah atau ngeselin.

Tiba-tiba ada suara gadis menyapaku, "Hei benar yang ku lihat, itu kamu. Mau ikut aku ke atap, aku ingin kamu peluk. Kalau di sini takut ngeganggu. Lagi ada acara reunian orang."
Dia gadis yang waktu itu. Ucapannya yang lantang di dengar semua teman kuliahku. Mereka menatap kami terperangah seperti melihat hantu saja.

Aku digandeng menuju ke atas atap. Di sana dia berdiri dengan tubuh indahnya dan bilang, "Ayo peluk aku..."
Aku terdiam, dan saat melihat ke samping. Banyak teman-temanku yang mengintip. Tambah membuatku gugup.

Tiba-tiba dia yang langsung memelukku erat. Aku benar-benar tidak menyangka. Tanpa alasan gadis cantik tidak dikenal ini memelukku. Apa dia memiliki gangguan jiwa.

Tapi aku tahu dia normal saat berucap dengan pelan dan sambil menangis, "Aku kesal, aku butuh pelukan untuk meredakan kekesalanku. Maaf aku membutuhkanmu."
Dan aku menjawab, "Lakukanlah selama yang kamu mau."

Pelukan kami yang lama membuat teman-temanku yang mengintip terlihat kesal dan lalu membubarkan diri.

Setelah itu gadis itu mulai berhenti memelukku. Sambil mengusap air matanya dia bicara, "Maaf, kita belum kenalan. Namaku Linia."
Dan aku hanya bisa menjawab dengan menyebutkan namaku saja, "Sanjaya."

Dia lalu menjabat tanganku kemudian bicara lagi, "Karena kamu sudah membantuku. Aku akan membantu kamu juga menjadikan gadis waktu itu sebagai kekasihmu. Besok, aku akan jemput kamu ke restoran tempat gadis itu bekerja."

(Bersambung)
Related Posts

Related Posts

Post a Comment