SwyoB3gOrS3jN40l0bzNAi6WurWsCFy1dg9FF8yK

Saran Sebelum Berhutang (Part 5)


"Fotoin aku tanpa busana ya", kata Linia.
"Tapi kita ke tempat sepi dulu", lanjutnya sambil memegang kamera.
Membuatku terperangah saat tahu dia ngajakku ketemuan buat lakuin itu. Apa jangan-jangan dia ingin menggunakan foto dirinya tanpa sehelai benang untuk dijual dan memenuhi modalku mendirikan usaha. Jika iya, dia gadis paling aneh sekaligus menarik bagiku.

Saat di tempat sepi, dia kembali berkata, "Fotoin aku sama binatang tanpa busana itu, ayo." Sambil menunjuk kucing yang lagi makan.

Meski kedengaran sama kata-kata dia yang ini dengan yang pertama tapi kayak ada beda-bedanya gitu. Entah aku harus kecewa karena tidak sesuai harapanku, atau harus senang karena dia masih gadis baik-baik yang mau berteman denganku.

Setelah aku selesai memotonya, dia kembali berucap, "Itu kamera yang ku inginkan sejak lama dan berhasil ku beli dengan gajiku. Menyenangkan saat kamu bisa mendapatkan yang kamu inginkan pertama kali."
Aku terdiam, tidak tahu maksud dia. Lalu dia kembali berucap, "Bukannya kamu menginginkan Ninda sebagai kekasihmu. Kenapa kamu menginginkan hal lain lagi, menjadi pengusaha yang jauh lebih susah diwujudkan."
Aku tertunduk lesu dan kemudian menjawab, "Ku pikir, Ninda pasti akan menolakku jika dia tahu aku pengangguran. Jadi aku ingin menjadi pengusaha agar Ninda bisa menerimaku. Kamu tahu aku tidaklah tampan, oleh karena itu jadi pengusahalah yang bisa ku andalkan."

Ninda mendekatiku, sangat dekat dan membuatku salah tingkah ketika tubuhnya yang indah hampir menyentuhku. Dia kembali berucap, "Berhentilah membuat impian yang menyusahkan orang lain. Aku bisa memberikanmu modal, tapi bagaimana denganku, apa kamu memikirkannya. Uang itu aku dapatkan dengan kerja keras. Dan kamu dengan mudahnya menggunakan uang itu."
Aku mengerti dan menjawabnya, "Kamu benar. Oleh karena itu aku tidak pernah berhutang karena aku tidak ingin menyusahkan orang lain."

Linia terlihat murung, "Jadi berhentilah menyampaikan mimpi yang membuat orang dekat dengamu ingin membantumu meski dirinya kesusahan nantinya."
Aku mencoba tersenyum, "Aku akan coba dekati Ninda dengan mengajaknya ketemuan. Agar usaha bantuanmu tidak sia-sia."
Linia tersenyum mendengarnya.

(Bersambung)
Related Posts

Related Posts

Post a Comment