SwyoB3gOrS3jN40l0bzNAi6WurWsCFy1dg9FF8yK

Cerita Tentang Hari Besok


Aku mendapatkan bantuan makan gratis di restoran ini. Tiba-tiba datang seorang gadis sangat cantik dan dia duduk di depanku sambil bilang, "Aku bisa terus menatapmu sampai kamu menanggapiku..."
Aku jadi dibuat gugup dan aku tanya, "Sebenarnya apa maumu?"
Dan dia jawab, "Aku ingin kamu jadi kekasihku!"
Aku terdiam. Dan ku biarkan dia. Tapi dia justru tetap diam sambil terus menatapku. Tatapannya sungguh mengoda. Dan aku tidak tahan.

Tapi mana mungkin dia serius denganku. Aku cuma seorang pemuda jelek, pengangguran dan miskin. Tapi dia terus tidak beranjak dari tempat duduknya dan tidak terganggu dengan bau badanku.

Aku yang sudah tidak bisa manahan diriku lalu menanggapinya, "Jika kamu serius. Aku akan jawab iya."
Dan dia membalasnya, "Masalahnya mungkin aku tidak akan bisa hidup denganmu dalam waktu lama. Meskipun aku mau. Karena hidupku tidak akan lama lagi. Kecuali kamu mau dengar cerita tentangku hari esokku dan kamu mau mengubahnya."
Ucapannya sunggub penuh misteri. Sambil menghabiskan makananku. Tidak masalah untuk mendengar ceritanya. Jadi aku jawab, "Ceritakanlah dan aku akan dengarkan!"
Dan dia mulai bercerita, "Aku sudah punya pacar yang tampan..."
Mendengarnya langsung aku potong, "Kamu cocok dengan pacarmu itu. Kamu cantik dan dia tampan. Kenapa kamu malah memilihku!"
Dan dia agak kesal, "Aku belum selesai cerita. Baru memulainya..."

Aku terdiam. Dan ku bilang, "Ya udah lanjutkan!"
Dia kembali bercerita, "Hidupku pas-pasan dan pacarku itu, dia kaya. Tapi aku ingin mutusinnya dan menjadikan kamu pacarku..."
"Uhukkk ukkk..." Aku tersedak mendengar ucapannya. Dia langsung memberikanku minuman, "Ini minumlah!"
Setelah minum, aku tanya lagi, "Kamu pasti bahagia dengannya. Kalau sama aku yang miskin, kamu tambah miskin."
"Kan aku belum selesai cerita..." Jawabnya lagi dengan wajah cemberut.
Wajahnya mau cemberut atau tidak terus menggoda. Aku jawab saja, "Lanjutkan ceritamu..."

"Aku baru tahu, usahanya jual beli gadis. Jika aku menolak. Dia akan menculikku. Aku sudah melaporkannya ke Polisi. Tapi aku tidak punya bukti. Aku anak panti asuhan, yang tidak punya keluarga dan memilih hidup mandiri. Aku tidak punya uang cukup untuk membayar pengawal. Besok aku harus temui dia." Dia kemudian terdiam sambil menunjukan wajah sedih.
Aku juga terdiam dan hanya bisa jawab, "Kamu lihat aku. Aku tidak berotot. Aku tidak mungkin bisa melawan pacarmu dan orang suruhannya."
Dan dia jawab, "Tidak apa. Mendengarkan ceritaku saja. Itu sudah cukup. Jika aku selamat besok. Kamu akan miliki aku."
Dan aku jawab lagi, "Meskipun aku mau. Aku tidak mungkin selamatkanmu."
Dan dia juga jawab, "Aku sudah menduga jawabanmu seperti itu. Tidak masalah. Dulu restoran ini juga pernah diserang oleh orang bersenjata. Semua berantakan. Besoknya kamu lewat dan pemilik restoran memberikan makanan tersisa padamu. Dan besoknya lagi semua pelaku penyerangan. Terluka parah dan terikat di depan restoran. Aku yakin itu bukanlah kebetulan."

Aku hanya diam. Dan dia kemudian pergi. Aku mencoba mengikutinya diam-diam. Aku melihat dia pergi dengan ketakutan dan juga tergesa-gesa. Di tempat sepi tiba-tiba ada mobil yang menghampirinya. Dia berlari menjauhi mobil itu. Sekelompok pria keluar dari mobil itu dan mengejarnya. Dia terjatuh dan diseret oleh beberapa pria. Aku ingin menolongnya tapi takut. Aku mencoba berlari mencari pertolongan, namun penyakitku tiba-tiba kumat. Kepalaku sangat sakit. Pandanganku kabur. Dan aku terjatuh lalu tidak ingat apa-apa lagi.

Saat aku bangun. Aku kaget, ada di semak-semak. Badanku berkeringat. Nafasku terengah-engah. Aku mencoba berjalan perlahan keluar dari semak-semak itu. Beberapa mobil polisi dan ambulan melaju melewatiku. Beberapa warga juga berlarian. Mereka kearah tempat sepi di mana gadis tadi diserang. Aku gemetar. Apa gadis itu telah tewas. Aku tidak bisa melihatnya karena warga terlihat berkumpul. Aku lalu bertanya ke warga, "Ada apa?"
Dan warga itu menjawab, "Sekelompok pria tewas dengan tulang mereka patah. Sepertinya mereka dari mobil hitam. Tapi mobil hitam di dekat mereka tidak rusak bahkan lecet sedikitpun."
Aku kaget, "Sepertinya saat aku pingsan, aku bermimpi tentang mobil hitam itu. Apa itu nyata."
Dari balik kerumunan. Gadis yang ku temui tadi muncul. Dia melihat ke arahku dan bertanya, "Tadi itu kamu kan?"
Dan aku jawab, "Aku tidak tahu maksudmu?"
Gadis itu menjawab, "Aku juga mahasiswi Psikologi. Tadi itu kamu memang berbeda. Mungkin itu dirimu yang lain. Sepertinya kamu punya kepribadian ganda."
Aku tercengang, "Mustahil."
Related Posts

Related Posts

Post a Comment