SwyoB3gOrS3jN40l0bzNAi6WurWsCFy1dg9FF8yK

Panen Buah Cinta (Eps 5)

Merid tentu merasa risih dan juga cemas ketika merasa ada yang mengintipnya dari bawah. Apalagi saat ini dia lagi mengenakan rok. Saat menoleh ke bawah, dia tertawa, "Haha, ternyata bayanganku."

Malam harinya. Merid curhat ke suaminya, "Aku bisa stres kalau sendiri terus di rumah."
Dewod terlihat bingung, "Kamu kan yang nyuruh aku kerja di luar."
Merid tidak mau mengalah, "Kok kamu nyalahin aku, seharusnya kamu berpikir buat cari solusinya dong."
Sambil garuk-garuk kepala, Dewod bilang, "Nanti aku pikirkan solusinya."
Merid kesal karena Dewod gak mengerti juga, "Paling tidak, kasih aku anak. Biar aku tidak sendiri saat kamu pergi."
Membuat Dewod terdiam. Dan Merid lanjut bicara, "Ku pikir, kamu nikahin aku, karena tubuhku... Tapi udah lama kita nikah, kita belum pernah melakukan malam pertama."
Dewod dengan polosnya bicara, "Aku nikahin kamu, biar aku tidak sendiri dan ada yang kasih aku makan. Aku juga berani nikahi kamu karena aku sudah punya cara buat nafkahin kamu."

Setelah itu, Merid terus mencoba menggoda suaminya. Hingga mereka melakukan hubungan suami istri dan menghasilkan buah cinta mereka yang pertama dan langsung panen besar karena melahirkan anak kembar. Sosok putri cantik dan putra yang tampan. Mereka beri nama Yana Dewodemerid untuk anak cewek dan Yama Dewodemerid untuk anak cowok. Yana lebih dulu lahir dari Yama.

Setelah Yana dan Yama tumbuh besar lalu mulai bersekolah. Merid kembali sendirian di rumah. Dan membuat dia taku kembali.

Saat jalan sendirian di rumah, muncul suara-suara aneh, "Krekkk...krekk..."
Padahal saat ini dia lagi sendiri.

(Bersambung)
Related Posts

Related Posts

Post a Comment