SwyoB3gOrS3jN40l0bzNAi6WurWsCFy1dg9FF8yK

Cerita 'Go-Spy' Ide Usaha Baru Yang Menjanjikan

Cerita ini berawal dari kisah nyata Ojek Online yang diminta untuk beli makanan. Tapi dalam perjalanan juga diminta untuk fotoin rumah kekasih. Makanan itu dibayar melalui online dan dikasih ke Ojek oleh pemesan. Tujuannya pesan Ojek Online cuma sebagai mata-mata memastikan kekasihnya benar ada di rumah. Dari sinilah cerita Go Spy dimulai.

Cerita Usaha Baru Go Spy


Setelah melihat kisah Gojek dipesan untuk jadi mata-mata. Seorang gadis pengangguran sebut saja namanya Sipi, punya ide untuk bikin usaha Go Spy. Dengan sistem sebagai berikut:
  1. Tanda jadi biaya awal berupa transfer 10 ribu sebagai beli bensin.
  2. Ojek dan pemesan tidak saling bertemu.
  3. Bukti mata-mata dikirim dalam bentuk foto dan video.
  4. Biaya lanjutan hasil mata-mata dibayar melalui online 20 ribu sebagai biaya wajib, dan ditambah biaya sukarela.
  5. Promosi hanya dilakukan di media sosial grup daerahnya. Dengan layanan jangkauan tertentu

Layanan Go Spy Pertama Pastikan Anak Benar Pulang Langsung ke Rumah


Seorang ayah pekerja kantoran yang sering pulang malam mempunyai seorang anak gadis. Anaknya menolak untuk dijemput karena pulang bersama teman-teman. Walaupun temannya bilang iya, seorang ayah masih tetap punya rasa khawatir. Apalagi anak gadisnya tidak punya ibu dan di rumah tidak ada pembantu. Anaknya bilang, sanggup untuk mengerjakan tugas pembantu, termasuk masakin buat ayah, bersihin rumah dan cuci.

Sipi mulai melaksankan pekerjaannya. Dia menunggu depan sekolah. Memperhatikan setiap siswi sesuai foto yang dikirim ayahnya. Siswi itu terlihat bersama teman cowoknya. Pipi dengan gaya lagi foto selfie berusaha menangkap latar penampakan anak om itu. Sipi bersama teman cowoknya pergi ke arah yang berbeda dengan rumahnya. Laporan pun dikirim ke ayahnya. Ayahnya kesal, tapi berusaha membuktikan sendiri dengan video call. Terlihat anak om itu menghampiri salah satu siswi lalu melakukan gaya selfie dengannya. Lalu kemudian pergi kembali bersama siswa itu.

Sipi terperangah melihatnya, "Bisa-bisanya dia menipu ayahnya sendiri."
Belum sempat dia laporan. Om tadi telpon Sipi sambil marah-marah, "Kamu nipu om ya, anak om pergi sama teman ceweknya kamu malah bilang sama teman cowoknya. Tuh, udah om teransfer 20 ribu yang kamu. Om kecewa sama kamu." Telpon kemudian dimati'in sebelum sempat Sipi menjelaskan.
Dengan kesal Sipi bicara sendiri, "Dasar om-om, udah dilayani malah komplen."
Tiba-tiba Sipi di sapa oleh siswa di sana, "Om-om memang gitu kak, lebih baik sama anak SMA kayak kami. Berapa biaya kakak semalam."
Dalam hati Sepi jengkel, "Sialan, aku malah dikira perempuan gak benar."
Dengan segera Sepi pergi dari sana.

Tidak dia sadari, arah yang dia pilih sama dengan anak om tadi dan cowoknya pergi. Sipi yang melihat itu bicara, "Ah, bukan urusan ku lagi. Ngapain aku ikut campur."
Tapi nalurinya sebagai perempuan berkata lain. Sepi malah mengikuti mereka. Bahkan saat pesan kamar hotel. Kali ini Sipi merekam mereka dan kirimkan ke om tadi. Dengan marah dia bilang, "Dasar om sialan, dibantuin malah aku diblokir."
Walaupun kesal Sipi tetap melanjutkannya. Dia pakai Hp pelayan hotel untuk kirim videonya ke om itu.

Om itu kemudian tidak beberapa lama datang. Dia langsung menuju kamar hotel. Dia kaget saat melihat anaknya sendiri berduaan dengan laki-laki. Ayahnya kecewa, pelayan hotel itu merekamnya. Kemudian menguploadnya ke media sosial. Akhirnya viral.

Meski, om itu kecewa. Tapi dia tetap berterima kasih ke Sipi. Dia bahkan memberikan uang tambahan sukarela yang cukup besar. Dia sangat senang, Sipi tetap melanjutkan penyelidikan tanpa diminta sampai tuntas. Setidaknya, anaknya belum sempat hamil di luar nikah dan siswa itu tidak punya kesempatan untuk kabur.

(Selesai)

Cerita ini cuma fiksi belaka. Hanya cerpen karangan saya sendiri meskipun mirip dengan cerita viral. Jadi jika anda ingin membuka usaha Go Spy berdasarkan cerita ini. Maka mungkin anda yang pertama. Karena ide usaha ini belum ada, sepengetahuan saya. Dan bila nanti usaha anda berkembang, saya cuma minta cukup promosikan situs saya, cerpen.id
Related Posts

Related Posts

Post a Comment