SwyoB3gOrS3jN40l0bzNAi6WurWsCFy1dg9FF8yK

Cerita Ikatan Batin Cinta Sejati

Menceritakan ikatan batin cinta sejati antara laki-laki dan perempuan yang tidak saling kenal. Seperti apa ceritanya?, silahkan baca sampai selesai.

Ikatan Batin Cinta Sejati

Seorang gadis yang tidak percaya bahwa manusia dilahirkan di dunia ini bersama dengan jodohnya masing-masing karena adanya Poligami. Dia lalu curhat ke teman sesama perempuan, “aku akan memilih untuk tidak akan menikah seumur hidupku.:

Temannya pun kaget, “kamu udah tidak waras, bagaimana dengan harapan orang tuamu yang mengingankan cucu.”

Gadis itu menjawab, “Aku masih punya adik, biar adikku yang menikah dan kasih cucu buat orang tuaku.”

Temannya pun bersikap tidak peduli, “jika itu pilihanmu, seterah kamu saja.”


Beberapa saat kemudian dia terbangun dalam tidurnya dan berteriak hingga mengagetkan temannya, “Aaa...”

Temannya langsung bertanya, “Apaan sih kamu, menganggu tidurku saja.”

Gadis itu menjawab, “Aku bermimpi buruk, jika aku mengabaikan orang yang butuh pertolonganku, aku akan dirampok dan diambil kehormatanku oleh perampok itu, lalu...” dia berhenti bicara, karena lanjutan ceritanya mungkin akan ditertawakan temannya. Lanjutan mimpi buruknya, dia akan hamil dan terpaksa mau dipoligami demi tidak membuat malu keluarga, dan dia sangat takut untuk dipoligami.

Temannya pun penasaran, “lalu apa?”

Dia lalu jawab, “bukan apa-apa, Cuma mimpi buruk. Mari tidur lagi.”


Besok paginya, gadis itu sangat khawatir, “kamu gak serius akan pergi malam ini dan meninggalkan aku sendirian di kosan ini.”

Temannya jawab, “Aku harus pulang malam ini, karena besok aku harus mempersiapkan persyaratan pernikahan sama tunanganku.”

Gadis itu memaksa agar temannya tetap menemaninya, “jangan pergi, perkuliahan belum selesai, nanti besok malam aku sendirian, bagaimana jika mimpi burukku terjadi, ada perampok yang masuk ke kosan aku lalu aku diambil kehormatannya oleh dia.”

Temannya pun emosi, “aku gak mau jadi kayak kamu, tidak menikah seumur hidup nanti, dan kamu kan bilang itu cuma mimpi.”

Gadis itu lalu berpikir, “mungkin kita dilahirkan bersama dengan jodoh kita masing-masing itu benar. Dalam mimpi aku, aku tidak menolong orang hingga orang itu tiada. Bisa jadi orang itu jodohku, karena jodohku tiada duluan makanya aku tidak dapat jodoh dan...” dia kembali berhenti bicara, tidak mau melanjutkan bahwa apabila jodohnya beneran tiada maka dia akan dirampok dan diambil kehormatannya, lalu hamil kemudian terpaksa menikah dengan jodoh orang sebagai istri kedua dan mau dipoligami. Dia geleng-geleng kepala sambil berucap, “Jangan sampai-jangan sampai.”

Temannya kesal, “Kebiasaan kamu kalau bikin cerita pasti gak sampai selesai.”


Gadis itu lalu bilang, “Siang ini kamu mau ke tempat wisata kan?”

Temannya jawab, “Iya, emangnya kenapa?”

Gadis itu sontak bicara, “Aku ikut.”

Temannya heran, “Tumben, perasaan selama ini kamu tidak mau ikut jalan-jalan. Apalagi ke tempat wisata yang banyak laki-lakinya.”

Gadis itu berucap yang bikin kaget temannya, “Nanti dalam perjalanan jika aku menemukan orang yang butuh pertolongan, aku akan menolongnya dan setelah itu mengajaknya menikah.”

Temannya benar-benar terkejut, “apa karena kamu takut jika jodohmu tiada kamu akan diambil kehormatannya oleh orang lain gitu?”

Sebenarnya gadis itu lebih takut jika jodohnya tiada maka dia akan dipoligami oleh jodoh orang lain, tapi dia menyembunyikan hal itu dari temannya, “intinya seperti itulah.”


Dan benar saja, dalam perjalanan mereka menemukan kejadian kecelakaan. Gadis itu langsung bilang ke temannya, “Cepat hentikan mobilnya, mungkin yang kecelakaan itu adalah jodohku, aku harus menolongnya.”

Mereka berhenti, gadis itu menerobos kerumunan secara paksa sambil berteriak, “awas-awass, kasih aku jalan, aku calon istrinya.”

Kerumunan warga itu lalu kasih jalan, saat si gadis sampai ke tempat kejadian, semua warga menatapnya dengan heran, karena yang kecelakaan adalah seorang kakek-kakek. Temannya yang baru saja sampai hampir tertawa, “jadi dia jodohmu, apa tidak terlalu tua untukmu, bukannya jodoh itu dilahirkan tidak terlalu jauh. Bagaimana apa kita tetap menolongnya? Atau biarkan saja sampai ambulan datang dan menolongnya.”

Gadis itu tercengang, dia berpikir, daripada harus dipoligami lebih baik jadi istri kakek-kakek, terus dia bilang, “tolong kakek itu.” Warga lalu memasukan kakek itu ke dalam mobil teman gadis itu.

Mereka lalu membawa kakek ke rumah sakit. Di rumah sakit beberapa saat kemudian, dokter datang menemui mereka, “kalian memang anak muda yang baik, jika kalian tidak menolong kakek itu dengan cepat mungkin kakek itu sudah tiada, meskipun dibawa ambulan nanti, nyawa si kakek tidak akan tertolong.”

Mereka berdua Cuma bisa mengangguk.

Kemudian si dokter berucap lagi, “kami sudah menghubung i pihak keluarga si kakek itu, mungkin mereka akan segera datang.” Setelah itu si dokter pergi.

Temannya kembali bertanya ke gadis itu, “Kamu serius ingin menikah dengan kakek itu, kalau jodoh itu dilahirkan berdekatan bukan sangat jauh kayak gini.”

Gadis itu tetap ragu dan ketakutannya untuk dipoligami membuatnya terpaksa bilang, “kayaknya harus iya.”


Beberapa saat kemudian nenek-nenek datang bersama seorang tante-tante. Nenek itu langsung menyapa si gadis, “Di mana suami nenek?”

Tentu membuat si gadis kaget ternyata si kakek sudah punya istri, “Ada di dalam.”

Tante itu kemudian menyapa juga, “Terima kasih anak muda, kalian telah menolong ayah tante.”

Gadis itu menjawab, “sudah kewajiban kami sebagai manusia harus saling menolong.”

Lalu gadis itu menarik temannya pergi, “Ayo kita pergi.”


Teman gadis itu heran, “Kamu gak jadi nikahi si kakek itu?”

Gadis itu jawab, “Si kakek itu sudah punya istri, dia udah sama jodohnya. Artinya dia bukan jodohku.”

Terus temannya bilang, “terus bagaimana dengan kata-katamu kalau kamu gak menolong orang maka jodohmu akan tiada lalu kamu akan dirampok dan diambil kehormatannya oleh orang lain.”

Gadis itu bilang, “Mungkin bukan begitu cara kerja sistem jodoh itu, bisa saja aku harus menolong orang agar nanti akan bertemu jodohku.”

Tiba-tiba ada anak kecil menghampiri mereka, “Kak tolong?”

Gadis itu lalu tanya, “Tolong apa dik?”

Anak kecil itu tanya, “Golongan darah kakak apa?”

Gadis itu bilang, “AB”

Dan temannya bilang, “A”

Terus adik itu berucap, “Kakakku butuh donor golongan darah AB, stok rumah sakit habis.”

Temannya kemudian berkata, “Wah kok dipilih AB, mungkin itu jodohmu.”

Gadis itu tanya ke anak kecil itu, “Kakakmu cowok atau cewek?”

Anak kecil itu jawab, “Cowok kak.”

Tanpa pikir panjang si gadis jawab, “Baik akan kakak tolong.”


Meskipun si gadis takut jarum suntik tapi demi jodohnya, si gadis rela bertarung dengan rasa sakitnya. Setelah memberikan donor darah. Si gadis itu kemudian ngotot ingin bertemu dengan kakak si anak kecil itu, “Baiklah dik, aku udah tolong kakakmu, jadi aku ingin bertemu dengan kakakmu.”

Si anak kecil itu menolaknya, “Tidak bisa kak.”

Membuat gadis itu emosi, “Gak bisa begitu dik, aku udah mengorbankan segalanya.”

Tiba-tiba ibu anak itu datang, “Terima kasih telah menolong anak kami. Kamu boleh melihat anak kami.”

Alangkah terkejutnya gadis itu melihat bahwa kakak anak kecil itu adalah cewek, “kok cewek?”

Si ibu jawab, “anak kami memang cewek.”

Si gadis itu marah, “Tapi anak ibu yang kecil ini bilang, kakaknya cowok.”

Anak kecil itu lalu berucap, “Maaf kak, aku bilang gitu karena tadi teman kakak bilang kaka sedang cari jodoh kakak, jadi aku berbohong biar kakak mau menolong.”

Ibu anak kecil berkata, “maafkan anak kami.”

Si gadis itu pergi begitu saja. Temannya cuma menahan tawa, “jadi kamu gak menikahi cewek itu.”

Gadis itu dengan emosi menjawab, “jodoh itu perempuan dan laki-laki, aku dan dia sejenis artinya kami buka jodoh, jelas.”

Teman gadis itu lalu bilang, “jadi bagaimana dengan sistem jodoh yang kamu bilang.”

Gadis itu dengan emosi jawab, “Itu Cuma mimpi.”


Kemudian si gadis terpaksa tinggal sendirian di kosan. Temannya pergi sesuai rencana. Sepanjang malam si gadis tidak bisa tidur. Tiba-tiba terdengar suara heboh di luar kamarnya. Dia mengintip dan alangkah terkejutnya seorang pria masuk dan digebukin rame-rame sama pria lainnya. Si gadis itu keluar dari kamarnya dan bertanya, “Ada apa Pak?”

Para bapak-bapak di sana bilang, “Nona tidak perlu khawatir, perampok kosan Nona kepergok oleh kami.”

Lalu perampok itu diseret warga ke kantor polisi. Si gadis itu kemudian dengan syok bertanya, “Kok tumben bapak-bapak melakukan ronda, bukannya sebelumnya tidak pernah.”

Salah satu bapak itu jawab, “Sebenarnya kami malas melakukan ronda, tapi di suruh pak RT. Karena tadi siang ada pemuda seusia dengan kamu datang ke kantor desa, bersikeras meminta agar warga mengadakan ronda malam. Terus berucap aneh, jika tidak diadakan ronda, jodohnya akan dirampok dan diambil kehormatannya oleh orang lain, terus hamil lalu dipaksa menikah dengan laki-laki yang sudah beristri dan dipoligami, stres karena disakiti istri tua lalu jodohnya mengakhiri hidupnya sehingga dia jadi jomblo seumur hidup.”

Gadisi itu kaget, karena ucapan pemuda itu seakan bersambung dengan mimpi dia yang tidak dia katakan ke siapapun, khususnya tentang poligami. Tanpa pikir panjang, “Temukan aku dengan pemuda itu.”

Bapak itu lalu jawab, “Dia bukan pemuda desa ini.”

Gadis itu lalu tanya lagi, “Kalau begitu, kasih aku identitasnya.”

Bapak itu kembali menjawab, “Kami tidak sempat meminta identitasnya.”

Tentu membuat si gadis itu kesal, “Bagamana bisa?”


Akhirnya keesokan harinya si gadis itu menunggu kedatangan si pemuda di depan kantor desa. Bahkan sejak pagi-pagi sekali. Tidak beranjak sampai sore tiba. Si gadis benar-benar emosi tapi dia tetap bertahan sambil mengeluh, ‘saialan, aku kayak orang bodoh menunggu orang yang tidak dikenal, jika bukan karen aku takut dipoligami gak bakalan aku mau lakuin ini.’

Tiba-tiba ada seorang pemuda datang, membuat si gadis langsung berdiri. Dan kepala desa juga keluar dari kantor desanya, “Nona sebaiknya pulang, kantor desa sudah mau tutup.”

Gadis itu mengangguk. Saat kepala desa berjalan ke luar, pemuda itu langsung menghampirinya dan bertanya ke kepala desa, “ronda malam dilakukan pak? Seperti permintaanku kemaren.”

Gadis itu menghamiri mereka dan menjawab, “Iya telah dilakukan.”

Pemuda itu terus menjawab, “kamu siapa? Aku bertanya sama kepala desa bukan sama kamu.”

Terus gadis itu menjawab, “Aku calon istrimu.”

Pemuda itu kaget, “Kamu gadis yang takut poligami?”

Gadis itu tersenyum, “Iya, sepertinya kita punya ikatan batin.”

Akhirnya karena hubungan ikatan batin cinta sejati antara mereka membuat mereka setuju untuk meneruskan dan bersatu selamanya dalam tali pernikahan.

Related Posts

Related Posts

Posting Komentar